Soeharto Layak Menjadi Pahlawan Nasional

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Way Kanan, Yoni Aliestiadi, menyatakan bahwa pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto, merupakan langkah yang sangat layak dan sesuai dengan kontribusi besar Soeharto dalam pembangunan bangsa.

Ia menegaskan bahwa rekam jejak Soeharto telah memberikan dasar kuat bagi kemajuan Indonesia, baik dari sisi pembangunan fisik maupun pembinaan generasi mudanya.

“Menurut saya, Soeharto sangat layak menerima gelar pahlawan nasional. Banyak warisan pembangunan beliau yang manfaatnya masih dapat dirasakan oleh masyarakat hingga hari ini,” ujar Yoni, Minggu (16/11/2025).

Yoni menekankan bahwa Soeharto berperan sebagai figur kunci dalam pembangunan nasional. Di masa kepemimpinannya, pembangunan infrastruktur berlangsung secara besar-besaran dan terencana, mulai dari fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, jaringan jalan, irigasi, pusat-pusat industri, hingga pembangunan wilayah yang sebelumnya tertinggal.

“Percepatan pembangunan di era Soeharto sangat nyata dampaknya. Berbagai fasilitas publik yang kini menjadi kebutuhan utama masyarakat banyak dibangun pada masa itu,” tutur Yoni.

Ia juga mengingatkan keberhasilan monumental pada tahun 1984 ketika Indonesia meraih Swasembada Pangan. Prestasi ini mengubah Indonesia dari negara pengimpor beras menjadi negara yang mampu memenuhi kebutuhan berasnya sendiri, bahkan memperoleh pengakuan dari FAO.

“Itulah yang membuat Soeharto dikenal sebagai Bapak Pembangunan Indonesia,” lanjutnya.

Selain pembangunan ekonomi dan infrastruktur, Yoni menilai Soeharto juga meninggalkan warisan yang berarti dalam pembinaan generasi muda. Di bawah pemerintahannya, negara memberikan perhatian serius pada pembentukan karakter, moral, dan wawasan kebangsaan anak muda.

“Soeharto bukan sekadar pemimpin negara, tetapi juga seorang patriot yang memahami pentingnya mempersiapkan generasi penerus,” katanya.

Sebagai Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional, Yoni juga mengenang program besar kirab remaja nasional dan internasional yang digagas pada masa tersebut. Program itu pernah menjadi kegiatan kepemudaan terbesar di Asia.

“Pembinaan pemuda di era Soeharto sangat sistematis. Kirab Remaja menjadi bukti komitmen beliau dalam mencetak generasi muda yang tangguh,” ujarnya.

Menurut Yoni, kegiatan ini menjadi ajang bagi pemuda dari berbagai daerah maupun luar negeri untuk belajar kepemimpinan, memperkuat karakter, memahami keberagaman budaya, serta mempererat persatuan.

Yoni juga menyoroti pengabdian Soeharto di bidang keagamaan. Melalui Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YABMP), Soeharto membangun ratusan masjid di berbagai wilayah Indonesia.

“Beliau membangun masjid dalam jumlah sangat banyak, bukan hanya beberapa. Itu menunjukkan besarnya perhatian Soeharto terhadap umat dan dakwah Islam,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Soeharto juga memberi kesempatan bagi masyarakat di daerah terpencil untuk berangkat haji. Di wilayah Irian Jaya (Papua), ia memberangkatkan para tokoh adat dan tokoh agama, bahkan membiayai seluruh kebutuhan ibadah mereka.

Menurut Yoni, tindakan tersebut menunjukkan betapa besarnya kepedulian Soeharto dalam pemerataan pelayanan keagamaan.

Dengan berbagai kontribusi tersebut, Yoni Aliestiadi berpendapat bahwa gelar pahlawan nasional adalah bentuk penghargaan yang sangat pantas bagi Soeharto.

“Saya mengucapkan terima kasih atas seluruh pengabdian beliau. Soeharto adalah Bapak Pembangunan, Bapak Remaja Indonesia, dan sosok yang sangat peduli terhadap umat. Jasa-jasanya akan selalu dikenang dalam perjalanan bangsa,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *