Pimpinan DPRD Tapin beri apresiasi atas gelar pahlawan untuk Soeharto

Ketua DPRD Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Achmad Riduan Syah menyambut baik keputusan pemerintah pusat yang menetapkan Presiden RI ke-2, H. Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan negara atas kontribusi besar Soeharto bagi pembangunan Indonesia.

Riduan mengaku bangga dengan keputusan tersebut, bahkan memiliki kenangan personal terkait sosok Soeharto sejak masa kecil. “Ibu saya dahulu sampai memberi nama salah satu cucunya mirip dengan nama putri Pak Harto, yaitu Hardiyanti,” ungkapnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa dukungannya terhadap gelar tersebut tidak berkaitan dengan peran Soeharto di masa perjuangan kemerdekaan, tetapi lebih pada sumbangsih besar Soeharto dalam memajukan Indonesia. “Memang saya tidak hidup pada masa perjuangan RI, tetapi saya merasakan sendiri betapa besar pengaruh kebijakan beliau bagi negara dan rakyat,” ujarnya.

Terkait adanya pihak yang tidak sepakat, Riduan menilai perbedaan pandangan adalah sesuatu yang normal dalam kehidupan berdemokrasi. “Setiap orang punya perspektif, pengalaman, dan pengetahuan yang berbeda. Saya pernah hidup di masa kepemimpinan beliau dan tetap merasa bangga pada sosok Pak Harto,” katanya.

Soal kemungkinan penggunaan nama Soeharto sebagai nama fasilitas publik di Tapin, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah kabupaten. “Itu kewenangan pemerintah daerah. Kebetulan Bupati Tapin kini juga Ketua DPD Golkar Tapin, sementara Golkar memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan Pak Harto,” jelasnya.

Riduan juga menekankan pentingnya merawat sejarah tokoh-tokoh daerah Tapin agar tidak hilang dari ingatan generasi berikutnya. “Saya berharap nilai-nilai perjuangan para tokoh lokal dipertahankan oleh pemerintah daerah, provinsi, maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih dalam menelusuri rekam jejak tokoh-tokoh asal Kalimantan Selatan, karena banyak sosok yang dianggap layak menjadi pahlawan tetapi terkendala minimnya bukti sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *