HARIANTERKINI.COM – Delegasi Parlemen dari Mesir saat menghadiri sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali menyatakan ingin melakukan studi banding ke Indonesia dan membahas mengenai relokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser, Kalimantan Timur.
Hanafi el Gebaly selaku Ketua Parlemen Mesir ternyata mengaku tertarik dan ingin mempelajari lebih lanjut terkait relokasi yang akan dilakukan dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur tersebut.
BACA JUGA : MALAYSIA TERTARIK INVESTASI DI IKN NUSANTARA
Ketertarikan yang membuat Hanafi ingin melakukan studi banding, bukanlah begitu saja terjadi dan tanpa alasan. Mesir belakangan memang sedang menggodok sebuah rencana untuk bisa memindahkan Ibu Kota mereka yang semua berada di Kairo digeser ke wilayah yang terletak di sekitar 50 km Timur Kairo. Tentunya hal yang sangat penting lain mengenai upaya perencanaan pemindahan Ibu Kota Negara adalah bagaimana keterjaminan peningkatan pendidikan dan ekonomi.
Maka dari itu kedua belah negara tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas pertemuan tersebut untuk juga membahas kerja sama antara Indonesia dengan Mesir mengenai peningkatan pendidikan dan ekonomi.
Ketua DPR RI, Puan Maharani menyatakan tercatat ada sekitar 9.000 mahasiswa asal Indonesia yang belajar di Mesir. Tak ketinggalan pula Puan memberikan apresiasi besar pada Pemerintah Mesir lantaran fasilitas yang telah mereka berikan selama ini. Namun bukan hanya fasilitas pendidikan yang memadai saja, namun alangkah jauh lebih baik jika fasilitas kesehatan pun disediakan untuk para mahasiswa Indonesia. Mengingat sampai saat ini pandemi Covid-19 pun masih belum benar-benar dinyatakan hilang. IKN
“Dari Mesir, kita berharap bisa belajar, bertukar pengalaman terkait dengan perpindahan Ibu Kota Negara karena Mesir sedang melakukan itu,” kata Puan dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Selasa (22/3/2022).
Satu hal yang tidak kalah penting untuk terus diupayakan dari terjalinnya kerja sama tersebut adalah pihak Mesir harus bisa membantu pihak KBRI yang berada di Kairo untuk terus memperoleh informasi atas kondisi para mahasiswa Tanah Air yang berada di sana serta terus mengakomodasi terkait keterjangkauan vaksinasi Covid-19 bagi para mahasiswa. IKN
Terkait aspek peningkatan pendidikan, beberapa hal penting yang perlu didorong kepada pihak Parlemen Mesir adalah mengenai kuota beasiswa.
“Tentunya salah satu yang membuat para pelajar Indonesia bisa sangat antusias untuk berangkat menimba ilmu sampai ke luar negeri termasuk Mesir adalah ketika mereka mengetahui adanya keterjaminan biaya atau beasiswa yang diberikan. Selain itu, faktanya memang sejauh ini Mesir menjadi salah satu negara rujukan terbaik dari mahasiswa Indonesia untuk mengambil pendidikan agama,” urai Puan.
Setelah pembahasan mengenai aspek kesehatan dan juga pendidikan yang telah diuraikan, lebih lanjut poin terakhir yang juga tak kalah pentingnya adalah pembahasan pada aspek ekonomi. Terutama setelah sempat terganggunya ekonomi ketika terjadi pandemi Covid-19, sekarang Indonesia tengah berjuang untuk bisa kembali menggerakkan roda perekonomian.
Untuk kepentingan penggerak roda perekonomian setelah pandemi, kedua belah pihak legislatif, baik dari Indonesia maupun Mesir kemudian membahas bagaimana kerja sama perdagangan yang selanjutnya akan dikembangkan. Mengingat bahwa Mesir sendiri sejauh ini menjadi mitra dagang terbesar ketiga bagi Indonesia di seluruh kawasan Timur Tengah, sehingga jika kerja sama di bidang ekonomi bisa lebih ditingkatkan lagi, maka otomatis perencanaan relokasi IKN yang dicanangkan oleh kedua negara ini bisa sukses besar.
Table of Contents
