HarianTerkini.com – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid memberikan respon terkait dengan rencana aksi unjuk rasa Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan beberapa kampus yang tergabung di dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI), pada hari Kamis 21 April 2022 mendatang.
Menurut Habib Syakur, hak menyampaikan pendapat di muka umum dalam bentuk aksi unjuk rasa sangat dilindungi oleh Undang-Undang.
“Hak menyampaikan pendapat itu dilindungi oleh Undang-Undang. Namun hak itu tidak absolut, kita semua dibatasi oleh hak orang lain juga,” kata Habib Syakur, saat ditemui HarianTerkini dikediamannya.
Maka dari itu, ia pun mengingatkan kepada Mahasiswa agar tetap tertib dan damai dalam menyampaikan pendapatnya kepada para pemangku kepentingan.
“Jangan rusak hak kalian dengan tindakan yang tidak baik, anarkis dan kriminal,” ujarnya.
Belajar dari kasus kerusuhan di DPR RI yang mengakibatkan pengeroyokan dan pemukulan terhadap aparat kepolisian oleh sejumlah pelajar dan masyarakat sipil lainnya di aksi 11 April 2022 lalu, Habib Syakur mewanti-wanti kepada para Mahasiswa di bawah komando BEM UI tersebut agar memfilter basis mereka dari kelompok yang berpotensi menciderai gerakan mereka.
“Saya dengar tuntutan Mahasiswa masih baik, tidak ada agenda tegakkan Khilafah, lengserkan Presiden Jokowi. Semoga tetap Mahasiswa on the track, tidak terkontaminasi pengasong Khilafah dan anti Pancasila,” tuturnya.
Selain itu Habib Syakur juga menyarankan pada mahasiswa agar isu 3 periode tidak menjadi komoditas pada aksi unjuk rasa mahasiswa di 21 April 2022 mendatang.
Hal ini dikatakan Habib Syakur, karena isu tersebut sudah tidak relevan saat ini. Apalagi beberapa kali kesempatan, Presiden Joko Widodo pun sudah meresponnya.
“Isu itu tdk relevan dan terkesan dipaksakan untuk menggerus kepercayaan rakyat kepada pemerintah saja, seolah pemerintah haus kekuasaan dan tidak berpihak pada rakyat,” kata Habib Syakur
Menurutnya, isu tersebut juga terlalu elitis dan mudah sekali menjadi pintu masuk penyusup dari elemen lain untuk menumpangi aksi unjuk rasa yang bakal digelar oleh Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) tersebut
Ini niat jahat penyusup di demo kerakyatan tanggal 21 April, ini harus diantisipasi teman-teman BEM UI dan Trisakti,” ujarnya.
Jika memang tetap ingin melakukan demo, tokoh agama asal Kota Malang Jawa Timur itu menyarankan agar Mahasiswa fokus pada isu-isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah desakan kepada pemerintah untuk melaksanakan stabilitas harga
Yang mereka harus bicarakan adalah bagaimana pemerintah harus menurunkan harga sembako, dan kalau masalah bahan bakar pertamax itu kan BBM orang-orang kaya, itu gak perlu dibahas,” tandasnya.
“Mahasiswa harus fokus bicara kenaikan sembako dan pemerintah harus bisa menurunkan agar rakyat bisa mampu membeli kebutuhan pokoknya dengan layak dan tenang,” lanjut Habib Syakur.
Selain itu, desakan lainnya juga terkait dengan rencana kenaikan gas Elpiji untuk rumahan. Ia memohon agar Mahasiswa mengedepankan isu-isu yang bersentuhan langsung dengan rakyat kecil.
“Bahwa pemerintah harus menurunkan LPG, itu yang juga perlu menjadi kebutuhan rakyat dan itu harus disuarakan oleh BEM UI dan BEM Trisakti. Tidak usah kejebak bicara 3 periode dan penundaan pemilu yang terlalu elitis dan politis,” tutur Habib Syakur.
Lebih lanjut, Habib Syakur juga berharap agar aparat Kepolisian dan TNI tetap mengedepankan pendekatan humanistik kepada para Mahasiswa. Namun ketika ada tindakan anarkisme dan pelanggaran hukum, maka tindakan tegas harus diambil.
“Anggap adik-adik Mahasiswa itu anak-anak kalian, sikapi dengan baik dan damai. Namun jika ada anarkisme apalagi pengganggu gerakan Mahasiswa, tindak tegas dan proses hukum sesuai Undang-Undang berlaku,” tuturnya.
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Dan Elemen Masyarakat
Perlu diketahui, BEM UI bersama dengan beberapa kampus lintas daerah yang tergabung di dalam AMI akan menggelar Kongres Rakyat yang akan digelar tanggal 18 April 2022. Sekaligus mereka berencana untuk menggelar aksi unjuk rasa tanggal 21 April 2022.
Menurut keterangan dari Ketua BEM UI Bayu Satria Utomo, bahwa Kongres Rakyat merupakan salah satu rangkaian gerakan dan konsolidasi yang dilakukan menuju aksi 21 April 2022 mendatang.
Di dalam Kongres Rakyat itu, akan ada pertemuan antara Mahasiswa, buruh, LSM, petani, akademisi dan berbagai elemen dan sektor untuk membahas bersama-sama gagasan dan tuntutan mereka untuk dibawa di aksi serentak 21 April mendatang.
Tuntutan utama mereka adalah menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden. Meski Presiden Jokowi sudah memastikan Pemilu 2024 bakal digelar sesuai rencana awal tanpa penundaan, namun BEM UI menilai tahapan pemilu tetap perlu dikawal agar benar-benar tidak ditunda.
Baca juga : Wapres: Segera sadarkan orang yang memaksakan khilafah di Indonesia
