Presiden Prabowo Perkuat Perekonomian Indonesia ditengah Ketidakpastian Global

HARIANTERKINI.COM – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan bahwa membangun ekonomi bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, tetapi memastikan masyarakat memiliki akses terhadap sistem keuangan sekaligus perlindungan ketika menghadapi tekanan ekonomi dan bencana.

Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026), Presiden Prabowo membahas penguatan inklusi keuangan sekaligus kesiapan menghadapi potensi El Nino dan dampak erupsi gunung berapi terhadap kehidupan masyarakat.

Dua isu ini mungkin terlihat berbeda. Namun jika dilihat lebih jauh, keduanya memiliki satu benang merah: bagaimana negara memastikan masyarakat tidak berjalan sendirian ketika menghadapi perubahan ekonomi maupun situasi sulit.

Rekening Bukan Sekadar Nomor, tetapi Pintu Masuk Ekonomi Formal

Pemerintah mencatat tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,62 persen. Sementara itu, tingkat literasi keuangan juga terus menunjukkan perkembangan positif.

Presiden Prabowo kemudian memberikan arahan agar masyarakat Indonesia yang belum memiliki rekening dapat memperoleh akses perbankan. Pemerintah akan mempersiapkan penyediaan rekening melalui BRI dan Bank Syariah Indonesia dengan memanfaatkan data kependudukan dari Dukcapil yang nantinya dipadankan dengan sistem pembayaran Bank Indonesia.

Ini bukan sekadar urusan membuka rekening.

Ketika masyarakat memiliki rekening, mereka memiliki pintu yang lebih luas untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi formal. Bantuan pemerintah dapat disalurkan lebih tepat, transaksi menjadi lebih mudah, dan masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengenal serta menggunakan layanan keuangan secara aman.

Penguatan QRIS juga menjadi bagian penting dari langkah tersebut. Digitalisasi pembayaran bukan lagi sekadar tren perkotaan, tetapi diarahkan menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Dengan kata lain, Prabowo tidak hanya ingin rakyat menerima bantuan, tetapi juga ingin rakyat semakin terkoneksi dengan sistem ekonomi modern.

El Nino Datang, Bantuan Pangan Tidak Boleh Berhenti

Di sisi lain, pemerintah tidak menutup mata terhadap ancaman El Nino dan dampaknya terhadap masyarakat.

Presiden Prabowo telah mengarahkan agar bantuan pangan berupa beras yang berjalan hingga September dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember.

Kebijakan ini memperlihatkan satu hal penting: ketika ancaman terhadap daya beli dan ketahanan pangan muncul, pemerintah memilih memperkuat perlindungan masyarakat.

Bagi sebagian masyarakat, bantuan beras bukan sekadar angka dalam laporan pemerintah. Itu adalah kebutuhan nyata di meja makan.

 

sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *