HARIANTERKINI.COM – Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan ke Filipina untuk menghadiri KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung di Cebu. Kehadiran Presiden dinilai penting karena forum tersebut akan membahas isu-isu strategis kawasan, khususnya terkait ketahanan pangan dan energi. Informasi mengenai keberangkatan Presiden sebelumnya disampaikan oleh Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aris Marsudiyanto, meskipun penjelasan resmi tetap akan disampaikan oleh jajaran pemerintah terkait.
Dalam forum ASEAN tersebut, isu energi disebut menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa Indonesia akan menyoroti pengembangan sektor energi berbasis mineral strategis, terutama nikel sebagai bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik. Indonesia dinilai memiliki posisi penting di kawasan karena tengah membangun ekosistem industri baterai terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir, sesuatu yang belum dimiliki seluruh negara di Asia Tenggara.
Selain itu, potensi kerja sama antara Indonesia dan Filipina di sektor nikel turut menjadi perhatian. Pemerintah Indonesia menyatakan terbuka terhadap kemungkinan pasokan bahan baku nikel dari Filipina apabila kebutuhan industri domestik meningkat. Namun demikian, pemerintah menegaskan kerja sama tersebut masih berada dalam konteks rantai pasok industri dan bukan investasi spesifik di sektor pertambangan Filipina. Kehadiran Presiden Prabowo pada KTT ASEAN juga dipandang sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi ekonomi kawasan, terutama dalam isu ketahanan energi, hilirisasi industri, dan stabilitas pangan regional.
