Mudik Nataru 2025–2026, Pemerintah Papua Pastikan Pelayanan BBM Berjalan Lancar

Pemerintah Provinsi Papua bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Papua aman untuk menghadapi periode mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemerintah menilai stabilitas energi menjadi kebutuhan utama karena mobilitas warga diperkirakan meningkat tajam pada libur panjang tersebut.

Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan BBM. Pemerintah daerah dan Pertamina telah melakukan serangkaian langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran rantai pasok, terutama untuk mendukung kegiatan mudik yang disiapkan pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Fakhiri, BBM menjadi faktor penting untuk keberhasilan program mudik yang memanfaatkan transportasi laut dan darat, termasuk layanan bagi ribuan pemudik dari Jayapura ke sejumlah kabupaten di Papua. Untuk jalur laut, kapal Pelni disiapkan mengangkut sekitar 600 penumpang ke Serui dan Biak, sementara kapal perintis swasta akan membawa sekitar 1.500 pemudik ke wilayah pesisir dan pedalaman. Seluruh kesiapan armada ini mengandalkan suplai BBM yang stabil.

Di jalur darat, rute Jayapura–Sarmi serta Jayapura–Keerom–Benawa diperkirakan menjadi titik kepadatan sehingga memerlukan ketersediaan BBM yang terjamin di setiap SPBU. Fakhiri juga meminta Pertamina menambah kualitas pelayanan di sejumlah SPBU yang masih mengalami antrean panjang agar kenyamanan masyarakat meningkat.

Dari sisi penyediaan energi, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Nataru sejak 13 November 2025 dan akan terus siaga hingga dua minggu setelah Tahun Baru 2026. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Papua Maluku, Awan Raharjo, memproyeksikan kenaikan konsumsi BBM dan LPG sebesar 5–10 persen selama periode libur akhir tahun. Meski begitu, ia memastikan bahwa seluruh jenis produk BBM memiliki ketahanan stok lebih dari 10 hari.

Untuk mengurangi kepadatan SPBU, Pertamina juga menata ulang jam layanan Solar khusus truk, yaitu pukul 17.00–22.00 WIT, agar antrean pada jam sibuk tidak terlalu panjang.

Pertamina sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Mathius Fakhiri di Jayapura guna memastikan kesiapan bersama dalam menjaga pasokan energi dan memastikan koordinasi yang lebih solid menjelang Nataru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *