Harianterkini.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar gizi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Temu Ilmiah Nasional Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) di Jakarta, Jumat (11/7/2025).
“Kita ada dapurnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, dan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG itu ada ahli gizinya. Ahli gizinya yang memastikan bahwa semua makanan yang diberikan kepada anak-anak sesuai standar,” kata Dewan Pakar Gizi BGN Ikeu Tanziha.
Menurut Ikeu, ahli gizi memastikan makanan sarapan memenuhi 20–25 persen kebutuhan gizi harian. Sementara itu, makanan siang ditargetkan memenuhi 30–35 persen kebutuhan gizi.
BGN mengutamakan pemenuhan gizi agar mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Hal ini penting karena masalah gizi di Indonesia belum sepenuhnya terselesaikan.
“Permasalahan gizi di Indonesia sampai saat ini belum tuntas, tapi sudah mengembirakan, sudah mulai turun. Artinya kita sudah menuju target yang ditentukan oleh pemerintah,” ujarnya.
baca juga : Presiden Prabowo buka peluang kerjasama Indonesia-Brasil lewat Danantara
Selain itu, BGN juga menggandeng sejumlah mitra untuk penguatan program MBG. Mitra tersebut antara lain UN World Food Programme, Tanoto Foundation, UNICEF, dan lembaga terkait lainnya.
Kerja sama ini dilakukan untuk merancang model edukasi gizi yang sesuai konteks lokal. Model tersebut diharapkan bisa diterapkan di sekolah dan lingkungan masyarakat.
Saat ini, BGN dan UNICEF tengah menyusun instrumen monitor dan evaluasi program MBG. Instrumen tersebut dirancang untuk mengukur berbagai indikator hasil program.
Aspek yang akan dievaluasi meliputi status gizi, perilaku konsumsi, dan memori jangka pendek siswa. Evaluasi ini menjadi penting untuk menilai efektivitas jangka panjang program MBG.
