HARIANTERKINI.COM – Terbentukan DOB akan mendorong Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua yang berdampak pada majunya perekonomian tersebut jauh lebih berkembang.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Papua Omah Laduani kepada Antara di Jayapura, Jumat, mengatakan dengan adanya pengembangan DOB maka akan menggarap lebih banyak lagi potensi perekonomian baru.
“Pertama kami melihat dari sisi ekonomi banyak potensi yang bisa digarap dengan baik, lalu kedua adanya penyerapan tenaga kerja secara besar-besaran,” kata Omah Laduani. Menurut Omah Laduani, untuk menjalankan roda pemerintahan dibutuhkan minimal 3.000 Sumber Daya Manusia (SDM), belum lagi untuk masuknya investor akan yang akan membuka lowongan pekerjaan.
“Kalau untuk tiga Provinsi maka totalnya akan mencapai 9.000 pegawai dan itu cukup banyak menyerap lapangan pekerjaan,” ujar Omah Laduani usai mengikuti FGD Kadin Papua. Dia menjelaskan untuk itu segala kemungkinan harus di persiapan dengan baik sehingga perekonomian daerah pun akan jauh lebih berkembang.
“Kini kami di Pemprov menangani 29 kabupaten dan kota di mana kesulitan untuk melakukan kunjungan kerja sehingga kurang efektif, untuk itu dengan adanya DOB maka akan lebih fokus lagi dalam berbagai hal ke depannya,” kata Omah Laduani. Dia menambahkan dengan adanya pemekaran maka jangkauan dalam hal membahas hal-hal teknis semakin mudah, apalagi kini Pemprov induk hanya bertugas membangun sinergi antarprovinsi.
Pada kesempatan lain Wakil Menteri Dalam Neger John Wempi Wetipo mengatakan pembentukan 3 Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua. Melalui pembentukan Daerah Otonomi Baru tersebut, pemerintah berupaya mempercepat berbagai pembangunan di Papua.
Hal itu juga merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua. Diketahui, saat ini telah terbentuk 3 provinsi baru di Papua, yakni Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Wempi menjelaskan, kondisi geografis Provinsi Papua begitu luas. Hal ini membuat laju pembangunan di wilayah pesisir dengan wilayah pegunungan relatif berbeda. Ini menimbulkan ketimpangan kesejahteraan dan pembangunan infrastruktur di berbagai sektor. Dengan demikian, adanya 3 Daerah Otonomi Baru tersebut diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan di Papua.