Pembangunan IKN Bakal Libatkan 9.300 Pekerja Lokal

ikn

HARIANTERKINI.COM – Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) akan melibatkan ribuan pekerja konstruksi untuk pembangunan infrastruktur tahap pertama di IKN. Hal ini diungkapkan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Negara Dhony Rahajoe saat membuka acara “Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Konstruksi dalam Persiapan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Baru” di Sepaku, Kab. Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (27/8/2022).

BACA JUGA : ABU DHABI SIAP BANTU BANGUN IKN

“Jumlah calon tenaga kerja yang akan dididik untuk pembangunan infrastruktur di IKN mencapai 9.300 orang,” kata Dhony.
Pelatihan untuk pekerja pembangunan IKN akan berlangsung dalam lima tahap, mulai dari hari ini dan ditargetkan selesai pada akhir 2022.

Adapun untuk gelombang pertama akan ada pelatihan dan sertifikasi konstruksi untuk 817 pekerja dari Kalimantan Timur, serta pelatihan pemodelan infrastruktur bangunan di bawah bimbingan beberapa universitas di Indonesia untuk 718 pekerja. Dengan demikian, peserta pelatihan tahap pertama ini berjumlah 1.535 orang.

Dhony menyebut IKN akan dibangun menjadi kota cerdas dan berkelanjutan. “Selain untuk memenuhi kebutuhan manusia, pembangunan ibu kota juga ditujukan untuk memelihara flora, fauna, dan makhluk hidup lainnya agar dapat hidup selaras,” jelasnya.

Dhony juga menegaskan pembangunan Ibu Kota Nusantara bertujuan untuk menumbuhkan pusat ekonomi di luar Jakarta, demi mewujudkan pemerataan kesejahteraan.

Pada kesempatan lain Otorita Ibu Kota Negara Nusantara akan melatih sebanyak 1.535 orang calon tenaga kerja konstruksi untuk tahap pertama selama enam hari.

Mereka disiapkan untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara, dari total keseluruhan 9.300 orang.

“Untuk tahap pertama ini ada 1.535 orang yang dilatih. Sedangkan totalnya ada 9.300 orang yang akan dilatih dalam lima tahap, dimulai dari hari ini tahap pertama, dilanjutkan tahap berikutnya, sampai tahap lima yang dijadwalkan berakhir Desember mendatang,” katanya.

Sedangkan rincian 1.535 peserta tahap pertama ini adalah dari Kaltim sebanyak 817 orang, yakni sebagai peserta pelatihan dan sertifikasi konstruksi, kemudian sisanya sebanyak 718 peserta pelatihan building infrastructure modeling dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *