HARIANTERKINI.COM – Tenaga kerja konstruksi (TKK) IKN peserta program pelatihan dan sertifikasi Tahap I yang lolos, bisa langsung bekerja di proyek-proyek infrastruktur sektor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah memastikan hal tersebut.
“Peserta akan diserap oleh Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) anggota Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan langsung bekerja di proyek-proyek Kementerian PUPR,” ujar Zainal Fatah. Sekadar informasi, program pelatihan dan sertifikasi Tahap I ini digelar untuk mendukung kompetensi TKK sekaligus sebagai upaya meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang konstruksi.
Zainal Fatah menambahkan pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara tentunya membutuhkan TKK dalam jumlah besar, yang terlatih, terampil, dan professional. Pelatihan penyiapan TKK untuk infrastruktur IKN dilaksanakan dalam 5 tahap sejak Agustus hingga Desember 2022 dengan target calon TKK terlatih dan tersertifikasi sebanyak 9.300 orang.
Dalam mendukung pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara, Kementerian PUPR secara bertahap telah mengalokasikan anggaran pada 2022-2024 sebesar Rp 43,73 triliun. Rinciannya, tahun 2022 sebesar Rp 4,07 triliun, tahun 2023 sebesar Rp20,48 triliun, dan tahun 2024 direncanakan sebesar Rp 18,18 triliun.
Estimasi kebutuhan TKK dalam mendukung pelaksanaan pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara periode 2022-2024 dibutuhkan kurang lebih 260.000 orang, dengan rincian tahun 2022 sebanyak 30.000 orang, tahun 2023 sebanyak 123.000 orang, dan tahun 2024 sebanyak 107.000 orang. Wakil Otorita IKN Dhony Rahajoe mengatakan hadirnya pelatihan TKK yang dibekali dengan pemanfaatan teknologi diharapkan juga dapat bertransformasi dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, sehingga sejalan dengan misi pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai smart city (kota pintar), kota modern berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
“Kita akan kembalikan kejayaan Ibu Kota Negara dengan hutan, sehingga bagaimana mempersiapkan manusianya, mempersiapkan penduduk lokal bukan hanya sebagai penonton saja, tapi sebagai pelaku utama dengan mengikuti transformasi teknologi,” kata Dhony Rahajoe.
Apalagi, pembangunan Ibu Kota Negara bukan hanya membangun fisik seperti infrastruktur gedung dan jalan. Lebih dari itu, pembangunan Ibu Kota Negara mencakup pembangunan lingkungan dan manusianya.
“Nantinya 65 persen kawasan di Ibu Kota Nusantara akan menjadi area hijau. Konsep ini akan menjadi model dalam rangka merawat harmoni dengan alam untuk mengembalikan kejayaan hutan tropis di Indonesia,” tambah Dhony.