Rasio Utang Indonesia Jauh Lebih Aman dari Negara Lain

Rasio Utang Indonesia Jauh Lebih Aman dari Negara Lain
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan, rasio utang Indonesia masih jauh lebih aman dan terkendali jika dibandingkan dengan negara lain.

Menurut dia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah cukup prudent dalam menangani utang negara. “Untuk kebijakan utang nanti di Bu Menkeu [Sri Mulyani]. Intinya kalau dari sisi itu Bu Menteri sudah prudent sekali. Dan kita kalau mau jujur, dengan negara lain rasionya pun juga masih sangat bagus sekali,” kata Susiwijono kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Hingga akhir April 2022, posisi utang pemerintah berada di angka Rp7.040,32 triliun dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 39,09 persen. Secara nominal, terjadi penurunan total outstanding dan rasio utang terhadap PDB dibandingkan dengan realisasi Maret 2022.

Senada, Ekonom Bank Central Asia Tbk. (BCA) David Sumual menyampaikan rasio utang Indonesia dibandingkan dengan negara lain bisa terbilang aman. Selama pandemi, utang  terhadap PDB, baik negara maju maupun negara berkembang meningkat. Sebelum pandemi, rasio utang Indonesia berada di kisaran 29 hingga 30an persen. Memasuki 2022, rasio utang Indonesia sudah mengarah ke 40 persen.

Kendati demikian, menurut David, yang paling penting adalah jangan sampai ada akselerasi dari jumlah hutang Indonesia, tapi tidak diimbangi dari sisi akselerasi pertumbuhan ekonomi.

“Selama pertumbuhan ekonomi itu basednya lebih kencang dari pertumbuhan utang, itu sebenarnya masih cukup kondusif buat ekonomi dunia,” kata David, Jumat (10/6/2022). Memang dua tahun terakhir akselerasi utang Indonesia lebih kencang dari PDB lantaran dunia mengalami persoalan yang sama akibat pandemi. Banyak negara yang melakukan restriksi mobilitas sehingga utang di beberapa negara meningkat.

Namun seiring melandainya kasus Covid-19 dan perekonomian yang mulai pulih, rasio utang diharapkan dapat stabil ataupun menurun ke depannya, seiring dengn pertumbuhan ekonomi yang kian kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *