HARIANTERKINI.COM – Menteri BUMN menargetkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tidak hanya sebagai kota pemerintahan baru, tapi bisa menjadi finance center global atau pusat perekonomian Indonesia yang baru.
Erick mengungkapkan, Indonesia harus berupaya mensejajarkan diri dengan pusat ekonomi dunia lain, seperti Singapura dan Hongkong, di mana saat ini Indonesia masih di peringkat 66 agar bisa melejit di posisi 10 besar.
“Investasi, ekonomi, pembukaan lapangan kerja is about bisnis and money, itu yang harus fleksibel tanpa menjual negara kita. Saya memang sangat berharap kita punya financial district baru dengan policy baru supaya kita lebih kompetitif,” ujarnya saat Economy Outlook 2022 CNBC Indonesia, Selasa (22/3).
Lanjut dia, dengan adanya sebagai financial district baru yang bersahabat terhadap investor, akan membuat startup-startup, holding perusahaan, dan konglomerat Indonesia tidak kabur ke negara lain. Dengan pusat ekonomi di Ibu Kota Nusantara, Indonesia bisa lebih membuka diri terhadap investor baru.
“Tidak mungkin visi bapak Presiden (IKN) hanya sekadar kota pemerintahan. Kalau saya lihat Bapak Presiden sendiri ingin IKN ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kita, ini mega proyek kita,” imbuh dia.
Tidak hanya sebagai pusat perekonomian Indonesia, Erick menuturkan Ibu Kota Nusantara bisa menampung generasi-generasi muda Indonesia yang ingin menjadi pengusaha. Dia mengatakan, penduduk Indonesia akan bertambah 50 juta di tahun 2035 mendatang.
“Ini menjadi kunci pertumbuhan, sehingga banyak anak muda bisa pindah ke Nusantara dengan bisnis baru. Kalau research kita 70 persen mau jadi pengusaha, ini posisi Ibu Kota Nusantara di mana kita mendukung future generation bisa lebih kompetitif,” lanjutnya.
Dia menegaskan, pemerintah juga tidak mungkin harus menggemukan kota-kota yang sudah besar, seperti DKI Jakarta atau Bandung yang sudah terlalu rentan, maka perlu ada pengembangan. Dengan begitu, pengembangan IKN merupakan proyek yang sangat penting.
“Ini berlaku di banyak negara kok, di China ada pembangunan kota baru seperti Shenzhen, di AS kota kecil jadi besar seperti Rochester dengan Mayo Clinic. Jadi IKN bukan sesuatu yang di awang-awang. Bapak presiden akan membumikan ini, kota ini menjadi pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.
Erick juga berkomitmen akan mendukung perekonomian Indonesia bisa lebih kompetitif di dunia internasional. Dia mencontohkan, dia merencanakan BUMN akan semakin banyak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), efeknya terbukti memperkuat pasar modal Indonesia.