Wimboh Santoso : Sektor Jasa Keuangan Masih Aman Saat PPKM Darurat 3 – 20 Juli 2021… Good Job !!!

wimboh-santoso-sektor-keuangan-aman Ketua Dewan Komisioner OJK - Wimboh Santoso

HarianTerkini.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memastikan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan masih dalam kondisi yang aman dan tidak terimbas secara luas pada saat pemerintah memberlakukan PPKM Darurat Jawa Bali pada tanggal 3 – 20 Juli 2021.

Menurut Wimboh Santoso penularan virus corona yang masif saat ini belum begitu mengganggu sektor jasa keuangan.

“Di tengah pandemi covid masih berlangsung dapat kami sampaikan stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga,” kata Wimboh dalam sebuah diskusi virtual yang dilansir oleh HarianTerkini.com.

Hal tersebut kata dia dapat terlihat dari aspek kecukupan permodalan hingga likuiditas perbankan.

“Namun demikian kita pahami bahwa kredit masih sulit (tersalurkan) terutama adalah kelompok debitur skala besar, atau korporate, sebab korporate terutama sektor yang berdampak langsung yakni transportasi, hotel, restoran, kafe dan tentu sektor hilir lainnya yang menjadi dampak ikutan belum sepenuhnya siap,” paparnya.

Meski begitu Wimboh meyakini sektor selain yang diatas dapat tumbuh secara positif, sehingga permintaan akan kredit juga diharapkan bisa membaik.

“Kami yakin sektor lainnya ini tumbuh cukup bagus terutama telekomunikasi, sektor sektor yang tidak berdampak, sektor sektor yang kaitan dengan komoditi ekspor sebagainya dan tentu tidak seberat pada sektor yang berdampak langsung berkaitan pariwisata,” kata Wimboh selanjutnya.

“Dengan dinamika yang ada, dapat kami sampaikan ada beberapa indikator ekonomi yang kami tunjukan sudah lebih baik. Pertama IHSG per 2 juli ditutup level 6.023 memang tidak sebesar awal tahun kemarin sempat mencapai 6.200-6.300 ini angka masih menguat 0,63 persen mtd atau naik 0,73 persen year to date,” pungkasnya.

Cadangan Devisa Naik

Sementara itu dari Bank Indonesia (BI) di dapat informasi bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2021 tercatat sebesar 137,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Dengan demikian dapat diartikan bahwa cadangan devisa Indonesia naik.

Posisi cadangan devisa itu meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Mei 2021 sebesar 136,4 miliar dolar AS.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, peningkatan posisi cadangan devisa pada Juni 2021 antara lain dipengaruhi oleh penerbitan Sukuk Global Pemerintah.

“Selain itu peningkatan posisi cadangan devisa itu juga dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa,” ujar Erwin Haryono dalam keterangannya

Posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 9,2 bulan impor atau 8,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Selain itu, berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dan akan menjadi faktor penting bagi ketahanan eksternal ekonomi nasional,” pungkas Erwin Haryono.

Baca juga : Risma : Pemerintah Salurkan Bansos 300 Ribu/Bulan Dan Program Bantuan Sosial Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *