Airlangga Hartarto Sebut Ada Sinyal Positive Ekonomi Bangkit Di Masa Covid-19

airlangga hartarto-ekonomi-bangkit Menko Perekonomian RI - Airlangga Hartarto

HarianTerkini.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa masih terdapat sinyal positif perekonomian dalam negeri di masa pandemi ini, sinyal positif tersebut terlihat dari sisi permintaan maupun penawaran. Salah satu indikator yang menjadi sinyal positif adalah neraca perdagangan yang telah mengalami surplus lebih dari USD 21 miliar pada tahun 2020 dan terus mengalami surplus hingga saat ini. Tren ini menunjukkan aktivitas ekonomi di Indonesia terus berlanjut pulih. Meski di tengah pandemi Covid-19, performa Neraca Perdagangan Indonesia masih cukup impresif.

Selain itu, Airlangga Hartarto menjelaskan menurut Foreign Direct Investment, neraca perdagangan Indonesia juga telah mencapai sekitar USD 7,6 miliar pada kuartal pertama tahun 2021, dan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 6,7 Miliar.

“Capaian ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari komunitas investor global,” ucap Airlangga Hartarto. Hal itu diuangkap dalam webinar yang diselenggarakan oleh Eurocham bertajuk ‘Percepatan Pemulihan Ekonomi melalui Reformasi Struktural’ seperti dikutip oleh HarianTerkini.com.

Meskipun dengan adanya kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat yang diberlakukan saat ini, proyeksi pertumbuhan dari sejumlah lembaga internasional seperti Bank Dunia, IMF dan OECD untuk tahun 2021 masih memberikan pandangan optimis dan menempatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,3 persen menjadi 4,9 persen dan dari 5,0 persen menjadi 5,8 persen pada tahun 2022.

Airlangga Hartarto juga menegaskan bahwa fokus Pemerintah saat ini selalu melindungi pekerja, perusahaan, UMKM, dan dampak negatif ekonomi akibat pandemi dengan menciptakan iklim bisnis dan investasi yang lebih baik.

“Undang – Undang Cipta Kerja merupakan salah satu upaya terbaik yang dilakukan Pemerintah agar perekonomian Indonesia menjadi lebih baik. Selain menciptakan iklim bisnis dan investasi yang kondusif serta memperkuat standar lingkungan yang berkelanjutan, Pemerintah juga mendorong transformasi digital,” tegas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar ini.

Pemerintah mendorong tenaga kerja untuk lebih memahami dunia digital melalui program pelatihan dan peningkatan keterampilan yaitu Program Kartu Prakerja. Program ini telah membekali dengan keterampilan dan kompetensi yang diperlukan agar berdaya saing dalam dunia kerja bagi lebih dari 8 juta pekerja, pencari kerja , dan pekerja yang diberhentikan.

Pentingnya Sektor Swasta

Menko Airlangga Hartarto juga mengatakan bahwa peran serta sektor swasta sangat penting selama pandemi, misalnya menciptakan banyak peluang bisnis dan memunculkan model bisnis baru. Dalam upaya pemulihan ekonomi untuk sektor swasta, Pemerintah selalu memastikan bahwa mekanisme dukungan untuk membantu bisnis swasta akan tetap ada, terutama selama masa-masa pandemi yang penuh tantangan. Selain itu, kebijakan-kebijakan yang diterapkan akan selalu ditinjau dan dievaluasi.

Dalam kesempatan webinar ini Menko Airlangga juga mengapresiasi dan menyambut baik serangkaian rekomendasi Eurocham kepada Pemerintah untuk memperbaiki lingkungan ekonomi dan bisnis. Pemerintah akan mempertimbangkan rekomendasi yang diberikan untuk meningkatkan dukungan Pemerintah pada sektor swasta.

“Saya mendorong para pengusaha untuk memanfaatkan dengan baik lingkungan bisnis baru dan iklim investasi kita yang telah diberlakukan oleh Undang – Undang Cipta Kerja. Pemerintah menegaskan bahwa undang-undang ini memihak kepada karyawan dan pembuka lapangan pekerjaan. Perizinan berusaha juga menjadi lebih mudah dan saya yakin ada potensi bisnis yang besar terlepas dari tantangan sedang yang kita hadapi,” tegas Menko Airlangga.

Undang – Undang Cipta Kerja diterbitkan untuk mendukung transformasi struktural, meningkatkan investasi, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Dalam UU ini mengatur ketetapan yang sebelumnya tumpang tindih menjadi lebih jelas, mereformasi izin usaha menjadi lebih mudah, membentuk Indonesia Investment Authority untuk iklim investasi yang lebih baik, dan merumuskan kembali Daftar Prioritas Investasi

Pada kesempatan yang sama, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa selain pandemi, Pemerintah juga menangani isu-isu terkait perubahan iklim, mendorong transformasi digital, serta tantangan tenaga kerja, perdagangan, dan investasi. Isu-isu ini akan menjadi fokus Pemerintah Indonesia dalam Presidensi G20.

“G20 merupakan kesempatan yang baik bagi kita semua untuk terlibat dalam penyelesaian global yang berorientasi pada tindakan bersama masyarakat internasional untuk mengatasi tantangan saat ini dan masa depan,” pungkas Airlangga Hartarto.

Baca juga : David Sumual, Ekonomi Indonesia On The Right Track Di Gelombang Kedua COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *