Jangan Salah Menilai!, Kedatangan Presiden Jokowi untuk Kunjungan Kerja Bukan karena agenda politik

Jangan Salah Menilai!, Kedatangan Presiden Jokowi untuk Kunjungan Kerja Bukan karena agenda politik
HARIANTERKINI.COM – JAKARTA. Sebagai orang NTT merasa terharu dan bangga kehadiran presiden Jokowi di Kabupaten Sikka. Saya tak habis pikir mengapa sebagian para aktor politik mencari kesalahan untuk menjatuhkan bapak Jokowi yang katanya melanggar protokol kesehatan.

Kerumunan yang terjadi bukan pasca merebaknya kunjungan kerja Jokowi dengan agenda peresmian bendungan Napun Gete pada selasa 23 Februari 2021. Saat itu Tidak ada yang mobili masa, semua itu reaksi warga Sikka, saking rindu dan cintanya kepada Bapak Presiden.

Harus bisa membedakan antara kerumunan yang dikarenakan undangan dan kerumunan yang situasional. Bahkan, presiden Joko Widodo tidak pernah mengundang masyarakat supaya datang dipinggir jalan, atau menyuruh mereka datang menyambutnya.

Jika melihat dalam video kehadiran presiden, reaksi spontan masyarakat walaupun selalu diingatkan namun masyarakat tidak peduli karena hanya ingin melihat langsung wajah presiden dan ingin menyapanya. Itu karena cintanya menyambut kedatangan Jokowi. Tanpa inters dan agenda politik. Tanpa rekayasa, mobilisasi nasi bungkus dan recehan uang transort.

Antusiasias masyarakat Kab. Sikka sungguh terharu dan bahkan ada yang menangis. Semua karena cinta dan sayang kepada pemimpin Indonesia. Kehadiran Presiden membuat masyarakat bangga karena selain meresmikan bendungan Napun Gete namun di sisi lain presiden Jokowi berada bersama masyarakat Kab. Sikka untuk menyapa rasa sayang dengan masyarakat Sikka sebagai tanda kekeluargaan dan keanekaragaman yang berbeda.

Sosok pemimpin yang menampilkan dirinya secara terbuka sepanjang jalan sembari mengingatkan warga agar menggunakan masker dan menjaga jarak. Itu semua karena presiden sayang dengan masyarakat Sikka.

Ditambah lagi Rakyat NTT sekarang ini butuh pemimpin yang jago politik anggaran , produktif dan konkret sehingga menghasilakan percepatan pembangunan infrastruktur, penanganan pandemi Covid-19, bantuan peningkatan kualitas pertanian dan peternakan serta perikanan. Cukup sudah membuli hanya mencari sensasi untuk menyalahkan bapa Presiden Jokowi.

Baca berita lainnya : Wacana Presiden Jokowi 3 Periode? Itu Realistis Saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *