Kenapa Pemerintah Masih Impor Beras? Ini alasannya…

Kenapa Pemerintah Masih Impor Beras? Ini alasannya...
HARIANTERKINI.COM – Pemerintah memutuskan untuk melakukan impor beras 1 juta ton diawal tahun 2021 ini. Impor beras ini dilakukan dengan alasan untuk menjaga stok beras nasional.

 

Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, impor beras sebesar 1 juta ton ini akan dibagi menjadi dua.

“Ini akan dibagi jadi dua, pertama itu 500 ribu ton akan digunakan untuk cadangan beras, dan 500 ribu ton sisanya akan digunakan sesuai kebutuhan Bulog,” tegasnya.

Menjaga stok beras sebesar 1 hingga 1,5 juta ton perlu dilakukan, apalagi saat ini Pemerintah masih perlu untuk melakukan pengadaan beras besar-besaran untuk pasokan beras bansos selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

Sementara itu menurut Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, rencana importasi ini telah disepakati dalam rapat koordinasi terbatas. Pihaknya bahkan telah mengantongi jadwal impor beras tersebut.

Menurut dia, impor beras akan digunakan untuk menambah cadangan atau pemerintah menyebutnya dengan istilah iron stock.

“Iron stock itu barang yang memang ditaruh untuk Bulog sebagai cadangan, dia mesti memastikan barang itu selalu ada. Jadi tidak bisa dipengaruhi oleh panen atau apapun karena memang dipakai sebagai iron stock,” jelas Lutfi.

Sebelum pemerintah mengumumkan impor beras, pada Januari lalu ditemukan beredarnya beras impor asal Vietnam di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

Masuknya beras ini terjadi kala stok beras nasional dilaporkan dalam kondisi aman tanpa gejolak harga yang berarti.

Beras impor yang disebut berasal dari Vietnam ini dijual dengan harga Rp 9.000 per kilogram (kg), lebih rendah dibandingkan dengan harga eceran tertinggi (HET) beras medium dan premium yang masing-masing dipatok Rp 9.450 dan Rp 12.800 per kg untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatra Selatan.

Baca juga: Keberhasilan Dan Transparansi Dana Otsus Papua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *