HARIANTERKINI.COM – Berdasarkan amanat undang undang tahun 2015 maupun 2019 pemerintah bersama DPR serta KPU telah sepakat untuk menggelar pilkada serentak. Pemerintah telah menunda pelaksanaan Pilkada 2020. Pilkada yang semestinya dilaksanakan pada bulan September, kini diundur menjadi 9 Desember 2020. Pilkada 2020 harus dilaksanakan karena merupakan momentum penting untuk memilih pemimpin yang kuat. Terutama, dalam menghadapi krisis dan dampak ekonomi akibat pandemi wabah Covid-19.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara Pemilu melaksanakan tahapan Pemilihan Kepala Daerah dengan memperhatikan Protokol Kesehatan sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Peraturan KPU (PKPU) No. 13 Tahun 2020. Dengan mengedepankan keselamatan rakyat dan dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat Indonesia, KPU terus melakukan sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di tengah Pandemi.
Seperti halnya di Yogyakarta, KPU DIY melaksanakan webinar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Hal itu dilakukan sebagai sosialisasi pelaksanaan pilkada di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, termasuk kabupaten/kota di DIY. Dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah, KPU harus memastikan keselamatan, kesehatan, dan keamanan peserta pilkada. Ia berpendapat, kondisi hari ini merupakan sebuah tantangan baru. Untuk itu, KPU secara proaktif melakukan sosialisasi demi meyakinkan pilkada bisa dilaksanakan secara demokratis, sehat dan aman. Ia mengungkapkan, KPU menggandeng Bawaslu dan TNI/Polri untuk melakukan pengamanan sepanjang pilkada berlangsung.
Sementara KPU Sumatera Barat menggelar sosialisasi Pilgub Sumbar dan Pilbub Lima Puluh Kota bersama Komunitas Literasi dan Seni Pincuran Tujuah Nagari Solok Bio-Bio, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Komisioner KPU Sumbar Nova Indra mengatakan, pihaknya mengapresiasi penampilan kesenian tradisional dalam agenda sosialisasi kali ini. Itu dilakukan untuk melestarikan seni budaya daerah sehingga terjaga secara baik. Minimal mengajak orang-orang yang ada di lingkungan keluarga untuk nantinya menggunakan hak pilihnya pada saat hari pemungutan suara nanti.
Selanjutnya, Wali Nagari Solok Bio-Bio, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Andri Helmi merasa bangga dengan diadakannya sosialisasi ini melalui Komunitas Pincuran Tujuah. Pihaknya berharap masyarakat khususnya pemilih pemula dan milenial, benar-benar tahu cara menghadapi pemilihan kepala daerah, sehingga tercipta masyarakat yang cerdas dalam memilih dan tercipta pemilihan yang aman dan damai.
Sementara di Kendal, Jawa Tengah, Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria menjelaskan, selama proses pemilihan pihak KPU telah mempersiapkan protokol kesehatan dengan ketat dan mengupayakan tidak terjadi sentuhan secara langsung. Pihaknya menjelaskan bahwa nantinya saat pemilihan Protokol Kesehatan sudah pasti kita perketat karena agar tidak muncul kluster baru, perlengkapan bagi pemilik hak suara kita berikan sarung tangan sekali pakai termasuk pemberian tinta tidak dicelupkan melainkan diteteskan.
Pihak KPU berharap seluruh tamu undangan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi dapat menyampaikan ke seluruh masyarakat bahwa Pemilu dapat dilaksanakan di tengah pandemi dengan mengutamakan keselamatan warga. Pelaksanaan Pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang diupayakan tidak ada kontak langsung pemilih dengan panitia pelaksanaan di masing-masing Tempat Pemungutan Suasa (TPS).
Baca berita lainnya : Kontestan Pilkada 2020 Harus Berikan Contoh Pemilu Bersih Bebas Politik Uang
