Penyambutan Habib Rizieq Syihab oleh ribuan pendukungnya di Bandara Soekarno-Hatta kemarin (10/11) berpotensi jadi kluster baru Covid-19. Di tengah parahnya Covid-19, protokol Kesehatan terlihat tidak diterapkan para pendukung Rizieq.
Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mendorong Satgas COVID-19 DKI Jakarta mengantisipasi munculnya klaster baru penularan virus Corona dari penyambutan tersebut.
“Kami mendorong Satgas serta fasilitas kesehatan di area setempat untuk melakukan screening untuk mengantisipasi klaster baru,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito.
Hal ini penting dilakukan karena kerumunan yang banyak dapat menularkan Covid-19, terutama dari Orang Tanpa Gejala (OTG). Jika orang dari kerumunan itu memenuhi kriteria suspek COVID-19, orang tersebut akan dirujuk ke salah satu rumah sakit rujukan untuk ditangani secara medis.
Baca Juga: Jimly: Rizieq, Stop Mobilisasi Massa!
“Jika merasa membutuhkan bantuan, maka kami sangat terbuka untuk menolong, karena hal ini untuk keamanan dan kesehatan nasional pula,” kata Wiku.
Selain di Bandara Soekarno-Hatta, ribuan pendukung Rizieq juga menggelara shalawatan massal di Petamburan tanpa menerapkan protokol Kesehatan. Terlihat orang-orang tidak menjaga jarak dan tidak mengenakan masker, termasuk Rizieq sendiri.
Epidemiolog UI, Tris Yunis Miko Wahyono menyarankan Rizieq tes usap (swab test) COVID-19 lagi.
“Begitu dia berinteraksi dengan banyak orang, seharusnya dia tes lagi,” kata ujarnya.
Miko menjelaskan, semakin besar massa yang berkerumun, maka semakin besar peluang virus Corona menular antarmanusia. Rumusnya adalah Beta dikali C (tingkat kontak) dikali D (durasi penularan selama dua pekan masa sakit).
“Kerumunan penjemputan Habib Rizieq itu memang berpotensi menimbulkan penularan COVID-19. Itu banyak yang nggak pakai masker lagi. Potensinya amat besar,” kata Miko.
