HarianTerkini.com – Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi, tampak berang mengetahui ada oknum anggotanya yang terlibat peredaran gelap narkoba jenis sabu-sabu seberat 16 kg dan menyebut oknum tersebut sebagai pengkhianat bangsa.
Salah satu perwira menengah bernama Kompol Imam Zaidi Zaid (55) di Polda Riau, kedapatan terlibat dalam jaringan narkoba. Dalam penangkapan pelaku sempat terlibat aksi kejar-kejaran dan bahkan tim Ditresnarkoba Polda Riau sampai mengeluarkan tembakan sehingga Imam terluka. Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendy menegaskan, atas perbuatan anak buahnya itu, per hari ini Imam Zaidi Zaid bukan lagi seorang anggota Polri.

Saking marahnya, Irjen Agung Setya pun secara blak-blakan menyebut nama Imam Zaidi di hadapan awak media, tanpa inisial. Imam Zaidi diketahui bertugas sebagai Kasi Ident Ditreskrimum Polda Riau. Saat itu, dia ditangkap bersama dengan rekannya Hendry Winata (51) yang merupakan warga Jalan Permata Perum Villa Permata Indah Blok E No. 25, Payung Sekaki Pekanbaru, mengalami luka pada kepala akibat tabrakan mobil saat di tangkap polisi, keduanya merupakan kurir narkoba.
Terungkapnya kasus ini berawal pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2020 sekitar jam 16:00, WIB, petugas mendapat informasi akan adanya transaksi narkoba jenis sabu – sabu di Kota Pekanbaru, selanjutnya petugas kepolisian melakukan penyelidikan di daerah Jalan Arengka 1 Pekanbaru, setelah mendapatkan dan mengetahui ciri-ciri dari orang yang akan melakukan transaksi tersebut, kemudian pada pukul 19:00 WIB, Polisi melakukan pembuntutan terhadap 1 unit kendaraan jenis Opel Blazer warna Hitam BM 1306 VW yang sedang melintas melewati Jalan Arengka 1 dan berbelok ke arah Jalan Arifin Ahmad.

Lalu, mobil tersebut berhenti di Jalan Parit Indah Pekanbaru, setelah beberapa saat menunggu, mobil tersebut berbalik arah ke Jalan Sudirman sehingga Polisi kembali membuntuti mobil tersebut.
Pada saat dilakukan pengejaran salah satu tersangka membuang tas di jalan dan langsung diamankan oleh anggota sedangkan petugas lainnya tetap mengejar mobil tersebut, setelah beberapa saat kejar-kejaran, akhirnya Polisi menembak ke arah dalam mobil beberapa kali hingga mobil tersebut menabrak pembatas jalan di Jalan Soekarno Hatta, depan Showroom Arengka Auto Mall Pekanbaru.
Selanjutnya, saat petugas kepolisian melakukan penangkapan, ternyata tim langsung menemukan 2 orang di dalam mobil dalam kondisi 1 orang terkena tembakan di lengan dan punggung, kemudian 1 orang lagi mengalami luka sobek di kepala.
Setelah dilakukan interogasi lebih lanjut maka didapati bahwa pengemudi mobil tersebut seorang anggota Polri berpangkat Kompol.
