HARIANTERKINI.COM, JAKARTA – Pemerintah mendorong percepatan pengelolaan sampah nasional dengan memanfaatkan teknologi pirolisis sebagai salah satu solusi untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Dorongan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat di berbagai daerah. Teknologi pirolisis dinilai memiliki potensi untuk mengolah sampah, khususnya sampah plastik bernilai rendah dan sulit didaur ulang, menjadi produk seperti bahan bakar minyak terbarukan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah mulai mendorong pemanfaatan teknologi tersebut, termasuk untuk mengolah sampah lama yang telah menumpuk di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Menurut pemerintah, pemanfaatan teknologi pirolisis tidak hanya ditujukan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga mengubah sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah. Proses pirolisis dilakukan dengan memanaskan material pada suhu tinggi dalam kondisi minim oksigen sehingga menghasilkan minyak pirolisis, gas, dan residu padat.
Pengembangan teknologi tersebut menjadi semakin penting mengingat volume sampah di Indonesia masih tergolong tinggi. Sampah plastik menjadi salah satu persoalan utama karena sebagian jenisnya sulit terurai dan tidak seluruhnya memiliki nilai ekonomi untuk didaur ulang secara konvensional.
Selain pirolisis, pemerintah juga terus mengembangkan pendekatan pengelolaan sampah berbasis teknologi untuk menghasilkan energi dan produk turunan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong perubahan paradigma pengelolaan sampah, dari sekadar membuang dan menimbun menjadi mengolah serta memanfaatkan sampah sebagai sumber daya.
Dalam penerapannya, teknologi pirolisis membutuhkan dukungan infrastruktur, investasi, pemilahan sampah dari sumbernya, serta pengawasan terhadap dampak lingkungan. Pemerintah juga perlu memastikan teknologi yang digunakan memenuhi standar keselamatan dan ketentuan lingkungan yang berlaku.
Percepatan pengelolaan sampah melalui teknologi pirolisis diharapkan dapat membantu mengurangi beban TPA sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dan bahan baku alternatif.
Dengan dukungan kebijakan, teknologi, dan partisipasi masyarakat, pemerintah menargetkan pengelolaan sampah nasional dapat dilakukan secara lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga: Kolaborasi KKP dan Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Sektor Perikanan
