Merajut Mimpi dari Asrama, Sekolah Rakyat Bentuk Kemandirian Siswa

HARIANTERKINI.COM, JAKARTA – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 31 Pekanbaru tidak hanya menjadi tempat bagi siswa untuk memperoleh pendidikan, tetapi juga ruang untuk membangun kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta mengembangkan potensi diri

Hal tersebut dirasakan Sri Wahyuni, siswi kelas XI SRMA 31 Pekanbaru, yang telah menjalani sekitar satu tahun pendidikan di sekolah berasrama. Kehidupan di asrama membuat Sri harus terbiasa menjalani aktivitas berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, mulai dari bangun tidur, belajar, hingga waktu istirahat.

Menurut Sri, rutinitas tersebut mengajarkannya untuk mampu mengatur waktu, disiplin, serta bertanggung jawab terhadap berbagai tugas yang diberikan. Tinggal jauh dari keluarga juga membuatnya semakin mandiri, meskipun rasa rindu kepada orang tua tetap dirasakan.

Untuk menjaga komunikasi dengan keluarga, siswa mendapatkan jadwal menelepon setiap akhir pekan. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Sri untuk bertukar kabar sekaligus menceritakan berbagai pengalaman selama mengikuti pendidikan di sekolah.

Selain membangun kemandirian, lingkungan sekolah juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kemampuan. Dukungan dari guru maupun teman membuat Sri semakin percaya diri untuk tampil dan menunjukkan potensinya.

Pada awal masuk sekolah, Sri sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru dan teman-teman yang berasal dari berbagai daerah di Riau. Namun, perbedaan bahasa dan latar belakang justru menjadi pengalaman yang memperkaya hubungan pertemanan.

Salah satu teman dekat Sri, Medelfa Ananda, turut memberikan dukungan ketika Sri merasa lelah menjalani aktivitas sekolah yang padat. Menurut Medelfa, Sri merupakan teman yang senang berbagi ilmu dan membantu teman-temannya dalam belajar.

Di balik perjalanan pendidikan Sri, terdapat dukungan dan harapan besar dari keluarganya. Rusakiyah, ibu Sri, mengaku harus belajar ikhlas melepas anak sulungnya tinggal di asrama demi mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

Kondisi ekonomi keluarga membuat pendidikan di Sekolah Rakyat menjadi harapan penting. Rusakiyah sehari-hari membantu perekonomian keluarga dengan berjualan makanan dan minuman, sementara suaminya bekerja serabutan.

Ia berharap Sekolah Rakyat dapat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk terus memperoleh pendidikan dan meraih cita-cita. Menurutnya, pendidikan dapat menjadi salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.

Kini, Sri terus menjalani kehidupan di asrama dengan berbagai kesibukan, tantangan, persahabatan, serta rasa rindu kepada keluarga. Bagi Sri, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar mandiri, bertahan menghadapi proses, dan mempersiapkan diri meraih masa depan.

Baca Juga: KDMP Jadi Pusat Distribusi Bantuan dan Penyerap Hasil Panen, Pemerintah Pastikan Manfaatnya Kembali ke Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *