Kementan Perkuat Pertanian Puncak Papua, Siapkan Alsintan dan Pengembangan Kopi Arabika

HARIANTERKINI.COM, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pendampingan penyuluh, serta pengembangan komoditas kopi Arabika. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu petani menghadapi tantangan geografis dan cuaca ekstrem sekaligus meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di wilayah pegunungan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Kementan siap mendistribusikan alsintan bagi petani yang tersebar di 25 distrik di Kabupaten Puncak. Dukungan tersebut menjadi tahap awal penguatan pertanian karena kondisi wilayah yang memiliki topografi curam dan akses darat yang terbatas.

Komitmen tersebut disampaikan Amran saat menerima kunjungan kerja jajaran Pemerintah Kabupaten Puncak di Kantor Pusat Kementan, Jakarta. Kementan menginstruksikan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) untuk segera memetakan kebutuhan alat pertanian sekaligus menerjunkan tenaga penyuluh guna mendampingi petani.

“Tahap awal kita prioritaskan dukungan alsintan karena alokasi anggarannya sudah siap,” ujar Amran.

Hadapi Tantangan Geografis dan Cuaca Ekstrem

Penguatan pertanian di Puncak dilakukan karena petani setempat menghadapi berbagai kendala, terutama sulitnya akses logistik dan kondisi cuaca yang ekstrem. Wilayah Kabupaten Puncak berada di kawasan dataran tinggi dengan suhu yang sangat dingin. Fenomena embun beku atau es bahkan dilaporkan menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kekeringan dan kerusakan tanaman.

Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal mengatakan dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat di 25 distrik. Selain itu, Pemkab Puncak mengusulkan pengiriman alat pertanian dasar seperti cangkul, sekop, linggis, dan parang menggunakan transportasi udara agar dapat menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

Kopi Arabika Jadi Komoditas Unggulan

Selain tanaman pangan, pemerintah juga melihat potensi besar sektor perkebunan di Kabupaten Puncak, khususnya kopi Arabika khas pegunungan Papua. Kementan menyiapkan pengembangan kopi Arabika secara bertahap dengan tahap awal berupa percontohan seluas 100 hektare.

Apabila pengelolaan tahap awal berjalan optimal, pengembangan tersebut akan diperluas hingga mencapai 500 hektare. Kementan juga meminta Direktorat Jenderal Perkebunan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Puncak untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut.

Pengembangan kopi Arabika diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Potensi perkebunan dan peternakan di wilayah tersebut dinilai dapat menjadi salah satu sumber penggerak perekonomian lokal.

Perkuat Pertanian Papua

Kementan menyatakan perhatian terhadap pembangunan pertanian di Tanah Papua juga diperkuat melalui alokasi anggaran sebesar Rp5 triliun untuk periode 2025–2026. Dukungan tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian dan mengoptimalkan potensi daerah.

Melalui bantuan alsintan, pendampingan penyuluh, serta pengembangan kopi Arabika, Kementan berharap pertanian Kabupaten Puncak dapat berkembang lebih kuat dan berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca Juga: 40.000 Kopdes Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *