HARIANTERKINI.COM, JAKARTA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dinilai menjadi langkah penting dalam membangun upaya preventif untuk menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu mendeteksi kondisi kesehatan anak, tetapi juga mendorong terbentuknya pola hidup sehat sejak dini.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menyampaikan hal tersebut saat meninjau pelaksanaan CKG di SMP Negeri 5 serta program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (28/8/2026).
Veronica menegaskan bahwa menjaga kesehatan seharusnya tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami sakit. Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar anak tidak mudah jatuh sakit dan dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat serta berkualitas.
Melalui program CKG, pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan. Veronica juga berharap sekolah dapat menjadi ruang kolaborasi antara tenaga kesehatan, orang tua, dan masyarakat dalam memberikan edukasi kesehatan kepada anak.
Selain meninjau pelaksanaan CKG di sekolah, Veronica turut melihat pelaksanaan program 1.000 HPK di Puskesmas Tanah Sareal. Ia mendorong ibu hamil agar rutin melakukan pemeriksaan serta mengikuti imunisasi di Puskesmas guna memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik.
Menurut Veronica, kesehatan anak perlu diperhatikan sejak masih berada dalam kandungan hingga melewati 1.000 hari pertama kehidupannya. Karena itu, edukasi kesehatan kepada ibu hamil dan keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa sebanyak 15,2 juta anak Indonesia telah mengikuti program CKG di sekolah sepanjang 2026. Khusus di Kota Bogor, program tersebut telah menjangkau 375 sekolah.
Dante menilai sekolah menjadi salah satu lokasi strategis dalam memastikan anak memperoleh pemeriksaan kesehatan sekaligus mendapatkan dukungan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari sisi kesehatan maupun pendidikan.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua setelah anak memperoleh hasil pemeriksaan CKG. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi orang tua untuk memberikan perawatan dan perhatian terhadap kondisi kesehatan anak.
Program 1.000 HPK juga menjadi salah satu fondasi dalam membangun kesehatan anak di masa depan. Program ini mencakup empat titik penting, yakni masa sebelum kehamilan, masa kehamilan hingga bayi baru lahir, masa bawah dua tahun (baduta), serta penguatan layanan kesehatan.
Pelaksanaan upaya preventif tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lembaga. Karena itu, pemerintah mendorong kerja sama antara fasilitas kesehatan, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar edukasi serta pelayanan kesehatan anak dapat berjalan secara lebih komprehensif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, juga berharap adanya penguatan kolaborasi dengan Kementerian PPPA, khususnya dalam meningkatkan partisipasi anak dalam program CKG, memperkuat pendampingan bagi anak dengan temuan kesehatan jiwa, serta menyusun materi edukasi kesehatan yang ramah bagi anak perempuan.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Jalur Bantuan Pupuk hingga Operasi Pasar
