BGN Tata Ulang 27 Ribu SPPG se-Indonesia dan Evaluasi Anggaran 2025

Jakarta, harianterkini.com -Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan proses evaluasi penggunaan anggaran tahun 2025 dilakukan bersamaan dengan penataan sekitar 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah tersebut ditempuh sebagai bagian dari pembenahan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk merespons berbagai masukan dari mitra pelaksana.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono dalam RDP dengan Komisi IX DPR, Jumat (17/7/2026).

Trenggono menjelaskan, RDP difokuskan pada pembahasan pertanggungjawaban penggunaan anggaran BGN tahun anggaran 2025. Adapun hasil pembahasan secara rinci akan disampaikan kepada DPR melalui jawaban tertulis.

“Dalam RDP tadi tentang anggaran 2025, jadi anggaran tahun lalu. Kemudian juga sudah disepakati jumlahnya, nanti mungkin akan disampaikan lebih lanjut karena akan dijawab secara tertulis,” kata Trenggono dikutip, Minggu (19/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Komisi IX juga menyoroti aspirasi dan keluhan sejumlah mitra BGN yang sebelumnya telah disampaikan kepada DPR. Menurut Trenggono, penghentian sementara terhadap sebagian mitra merupakan bagian dari proses evaluasi dan bukan keputusan yang bersifat permanen.

“Yang jelas kita menjawab bahwa tentang penghentian sementara ini bukan seterusnya. Jadi penghentian sementara, kita berikan waktu untuk menata kembali. Sejumlah 27 ribu sekian ini akan kita cek lagi, kita tata kembali,” ujarnya.

BGN, kata dia, juga tengah melakukan pembenahan terhadap penyelenggaraan layanan di berbagai wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih optimal.

“SPPG yang lain-lain seperti yang 3T, kemudian yang lainnya juga akan kita berikan waktu. Tolong berikan kami waktu untuk menata semuanya,” katanya.

Ia menegaskan BGN tidak menutup ruang komunikasi dengan para mitra. Namun, dialog akan dilakukan setelah proses penataan selesai sehingga pembahasan dapat berlangsung secara menyeluruh.

“Sekali lagi, para mitra, bukan kita tidak mau berkomunikasi. Tidak. Kita juga memberikan kesempatan, namun nanti kita carikan waktu yang tepat supaya kita bisa berdialog dengan baik,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *