Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) mengambil peran dalam menjangkau anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, maupun berisiko putus sekolah untuk memperoleh akses pendidikan yang layak, termasuk melalui program Sekolah Rakyat. Hal itu dikatakan Gus Ipul dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) SP2MI 2026 di Gedung Sasono Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
“Pada kesempatan yang baik ini saya mengundang Bapak-Ibu sekalian untuk ikut terlibat dalam pemutakhiran data. Jika ada peserta didik yang Bapak-Ibu sekalian temukan belum masuk data, nanti bisa dibantu untuk dilakukan pemutakhiran lewat saluran-saluran yang sudah kami buat,” kata Gus Ipul.
Dia pun mengapresiasi SP2MI atas kontribusi mendampingi anak-anak yang belum mendapat kesempatan mengenyam pendidikan.
Persoalan anak tidak sekolah, kata Gus Ipul, masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Data menunjukkan masih terdapat lebih dari empat juta anak usia sekolah yang tidak berada di bangku pendidikan.
Presiden Prabowo Subianto, kata Gus Ipul, memberikan tiga mandat strategis kepada Kementerian Sosial, yakni pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Menurut dia, seluruh program tersebut harus diawali dengan data yang akurat agar intervensi pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Sementara Sekolah Rakyat tidak menggunakan mekanisme pendaftaran seperti sekolah pada umumnya. Program tersebut justru mengedepankan pendekatan penjangkauan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Karena itu, Gus Ipul menilai keberadaan SP2MI dan jaringan lembaga pendidikan masyarakat memiliki posisi strategis untuk membantu menemukan sekaligus mendampingi calon siswa Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Dia berharap sinergi antara Kemensos dan SP2MI dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ketua Umum SP2MI Amirudin menuturkan SP2MI memiliki kesamaan misi dengan Kemensos karena selama ini juga aktif mendampingi kelompok masyarakat yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal.
Anggota SP2MI, berasal dari berbagai daerah dan banyak bergerak di pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, sehingga memiliki pengalaman langsung menjangkau anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan formal.
