RI dan 12 Negara Kecam Serangan Israel ke Kapal Global Sumud Flotilla

HARIANTERKINI.COM – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama 12 negara sahabat secara terbuka mengecam tindakan Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang membawa ratusan aktivis pro-Palestina menuju Jalur Gaza. Dalam pernyataan bersama tersebut, serangan terhadap kapal bantuan sipil serta penahanan para aktivis di perairan internasional dinilai sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional dan hukum humaniter internasional. Negara-negara yang turut menyampaikan kecaman antara lain Türkiye, Brasil, Pakistan, Spanyol, Malaysia, hingga Afrika Selatan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa misi Global Sumud Flotilla merupakan inisiatif kemanusiaan sipil damai yang bertujuan membuka perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza akibat blokade berkepanjangan. Selain mengecam tindakan militer Israel, para Menteri Luar Negeri juga menyampaikan keprihatinan atas keselamatan para aktivis yang ditahan dan mendesak agar mereka segera dibebaskan. Seruan juga ditujukan kepada masyarakat internasional agar mengambil langkah nyata dalam menegakkan hukum internasional, melindungi warga sipil, dan memastikan adanya akuntabilitas atas dugaan pelanggaran yang terjadi.

Berdasarkan pernyataan Armada Global Sumud, sedikitnya 22 dari total 58 kapal armada dilaporkan diserbu oleh pasukan Israel saat berada di sekitar lepas pantai Pulau Kreta. Armada tersebut diketahui berangkat dari sejumlah kota di Eropa seperti Marseille, Barcelona, dan Syracuse dengan tujuan membuka koridor laut kemanusiaan menuju Gaza. Sebanyak 175 aktivis dilaporkan ditahan dalam operasi tersebut. Insiden ini berpotensi meningkatkan tekanan diplomatik internasional terhadap Israel sekaligus memperkuat solidaritas negara-negara pendukung Palestina terhadap isu kemanusiaan di Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *