Puluhan Juta Pelajar Terima Manfaat Program Gizi, Pemerintah Tekankan Peran MBG dalam Pembentukan Karakter Anak

harianterkini.com – Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pembentukan karakter generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam Rapat Koordinasi implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang. Ia menjelaskan bahwa MBG dirancang menjadi bagian dari proses pendidikan yang menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta pola hidup sehat bagi para pelajar.

Menurutnya, program ini terintegrasi dengan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mendorong anak-anak untuk membiasakan diri bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, rajin belajar, aktif dalam kehidupan sosial, serta memiliki pola tidur yang teratur. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan makan bergizi di sekolah tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga membentuk perilaku positif sejak usia dini.

Secara nasional, implementasi MBG telah menjangkau sekitar 49,6 juta siswa, atau sekitar 93 persen dari total 53,4 juta peserta didik di Indonesia. Program ini telah diterapkan di lebih dari 288 ribu sekolah, yang mencakup sekitar dua pertiga dari seluruh satuan pendidikan di Tanah Air. Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, pemerintah juga menyalurkan modul pembelajaran serta panduan teknis yang mengaitkan program gizi dengan penguatan pendidikan karakter.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan dampak positif dari program tersebut. Studi kolaborasi antara pemerintah dan LabSosio Universitas Indonesia mencatat bahwa MBG mampu meningkatkan motivasi belajar siswa serta menciptakan suasana kebersamaan melalui aktivitas makan bersama di sekolah. Program ini juga memberikan akses terhadap makanan bergizi bagi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Selain program gizi, pemerintah turut menyiapkan dukungan dari sisi anggaran pendidikan. Pada tahun 2026, alokasi anggaran diproyeksikan meningkat hingga melampaui Rp100 triliun. Dana tersebut direncanakan untuk memperbaiki sekitar 70 ribu sekolah serta memperkuat transformasi digital pendidikan melalui penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kecukupan gizi memiliki hubungan erat dengan perkembangan kecerdasan anak. Ia menilai kualitas pendidikan tidak akan optimal jika kebutuhan nutrisi siswa tidak terpenuhi dengan baik. Bahkan, konsumsi protein sederhana seperti telur setiap hari bagi puluhan juta penerima manfaat dapat memberikan dampak besar, tidak hanya bagi kesehatan anak tetapi juga bagi perekonomian masyarakat melalui peningkatan permintaan produk pangan.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyoroti bahwa MBG juga menjadi bagian dari upaya perlindungan anak berbasis masyarakat. Program ini membuka peluang bagi perempuan untuk terlibat sebagai penggerak ekonomi melalui kegiatan dapur MBG maupun pengembangan UMKM lokal yang terlibat dalam rantai pasok program tersebut.

Kolaborasi juga dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Forum Anak yang tersebar di seluruh provinsi, jaringan desa melalui program Ruang Bersama Indonesia, serta layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang memperkuat dukungan terhadap tumbuh kembang anak.

Dari sisi penyediaan bahan pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan turut mendukung melalui keterlibatan UMKM binaan yang memasok berbagai jenis ikan, seperti tuna, lele, nila, dan patin. Pasokan tersebut telah menjangkau lebih dari seratus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai provinsi. Program pembangunan Seribu Kampung Nelayan Merah Putih juga diharapkan mampu mendekatkan sentra produksi perikanan dengan dapur penyedia MBG.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa dampak ekonomi program ini mulai terlihat, khususnya di Jawa Tengah. Hingga kini, ribuan SPPG telah beroperasi dengan nilai perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp6 triliun. Setiap unit layanan menerima alokasi dana sekitar Rp1 miliar per bulan, dengan sebagian besar digunakan untuk membeli bahan baku dari petani serta pelaku UMKM setempat.

Program MBG juga melibatkan lebih dari 150 ribu relawan, ribuan pemasok bahan pangan, serta koperasi yang mendukung distribusi kebutuhan dapur. Pemerintah juga terus memperbarui data penerima manfaat agar program ini dapat menjangkau kelompok lain seperti santri pesantren salafiyah, ibu hamil, dan balita yang belum tercatat secara administratif.

Menutup penjelasannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan dalam pelaksanaan program. Target utama yang ingin dicapai adalah memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak sekaligus memperoleh pendidikan karakter yang kuat.

Melalui kerja sama lintas sektor—mulai dari bidang pendidikan, pangan, kelautan, hingga pemberdayaan masyarakat—Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *