Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mochammad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah di Istana Negara, yang menandai era baru penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.
Penunjukkan Gus Irfan, sapaan akrab Irfan Yusuf, memang telah diprediksi oleh sejumlah pihak. Apalagi ia merupakan Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), sebelum bertransformasi menjadi Kementerian Haji dan Umrah.
Belum lama ini, Gus Irfan bersama CEO Danantara Rosan Roeslani juga sudah berkunjung ke Arab Saudi untuk melihat lahan seluas 80 Hektare (Ha) yang akan digunakan sebagai Kampung Haji Indonesia. Namun, untuk lokasi pihaknya belum bisa memastikan karena masih mencari kawasan yang tepat.
Kiprahnya di dunia politik bermula saat ia tergabung dalam Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pada tahun 2018, Gus Irfan sempat menjadi Juru Bicara untuk tim Prabowo-Sandiaga Uno, setelah dinilai memiliki pengalaman yang relevan di LPNU.
Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya serius untuk memperkuat tata kelola layanan bagi jamaah Indonesia yang setiap tahunnya menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Sebagai negara dengan jumlah jamaah calon haji dan umrah terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan yang tidak kecil dalam penyelenggaraan dua ibadah tersebut, baik dari sisi administrasi, logistik, pembinaan, kesehatan, hingga akomodasi, semuanya membutuhkan perhatian khusus.
Karena itu, lahirnya Kementerian Haji dan penunjukkan Gus Irfan diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan yang selama ini belum sepenuhnya terpenuhi.
Kelahiran kementerian dan penunjukkan ini juga benar-benar menandai berakhirnya kewenangan Kementerian Agama, setelah 75 tahun melayani haji.
