Harianterkini.com – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai angka yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil survei terbaru dari lembaga Indo Barometer, tercatat bahwa 81,2 persen responden merasa puas dengan berbagai program dan kebijakan pemerintah. Survei ini dilakukan pada 20–27 Juni 2025 terhadap 1.200 responden di seluruh provinsi, dengan margin of error ±2,9 persen.
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, menyampaikan bahwa keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat posisi diplomasi internasional, serta menghadirkan program bantuan sosial dan Sekolah Rakyat menjadi faktor utama di balik tingginya tingkat kepuasan ini. Menurutnya, kebijakan-kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat bawah menjadi nilai tambah signifikan di mata publik.
Menanggapi hasil survei ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan menyebut capaian 81,2 persen sebagai “rapor biru nasional”. Ia menjelaskan, penilaian publik terhadap pemerintah sangat tinggi dalam lima bidang strategis yang menjadi fokus Kemenko Polhukam.
“Ini adalah gambaran bahwa kepercayaan masyarakat terhadap arah kepemimpinan nasional berada di jalur yang benar. Rapor biru ini hasil dari kerja nyata di lapangan, bukan sekadar pencitraan,” ujar Budi Gunawan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI.
Berdasarkan data yang disampaikan Menko Polhukam, berikut rincian tingkat kepuasan publik menurut bidang strategis:
| Bidang Strategis Pemerintahan | Tingkat Kepuasan Publik |
|---|---|
| Sosial dan Budaya | 95,1% |
| Keamanan Nasional | 83,1% |
| Stabilitas Politik | 70,8% |
| Penegakan Hukum | 67,8% |
| Kinerja Ekonomi Makro | 67,4% |
| Rata-rata Kepuasan Nasional | 81,2% |
Lebih lanjut, Kemenko Polhukam melaporkan berbagai capaian konkret yang turut mendorong persepsi positif publik. Dalam pemberantasan penyelundupan, pemerintah berhasil mengungkap 62 kasus besar dan menangkap 891 tersangka dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp1,3 triliun. Sementara itu, upaya penindakan korupsi telah mengamankan uang negara senilai Rp18,5 triliun. Di bidang pemberantasan narkoba, pemerintah menyita lebih dari 2 ton sabu dan membekukan aset tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp126,84 triliun—yang menurut Menko Polhukam, menyelamatkan setidaknya 30 juta jiwa.
Menutup paparannya, Budi Gunawan menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan anggaran tambahan untuk 2026 guna memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan keberlanjutan efektivitas program-program strategis tersebut.
Dengan dukungan data objektif dan pencapaian nyata di berbagai lini, hasil survei ini menjadi validasi bahwa masyarakat mendukung penuh arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah kini menjaga ritme kinerja dan memastikan bahwa program-program unggulan terus memberi manfaat langsung kepada rakyat. Pemerintahan Prabowo saat ini terus menggencarkan pembangunan berbasis kesejahteraan rakyat dengan mendorong program-program prioritas seperti ketahanan pangan, reformasi pendidikan, transformasi energi, dan penguatan ekonomi nasional.
