Lewat 80 Ribu Kopdes Merah Putih, Presiden Prabowo Ingin Ekonomi Tumbuh Inklusif

Harianterkini.com – Di balik keinginan Presiden Prabowo Subianto membentuk 80 ribu koperasi desa/kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), merupakan salah satu wujud Astacita. Upaya menumbuhkan peluang ekonomi dari desa ke kota alias bottom up.

“Sehingga orang-orang desa tidak perlu ke kota. Karena ketika dia ke kota, tapi tanpa bekal yang memadai, kan menimbulkan masalah sosial di urban areas,” kata Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) bidang Ekonomi, Fithra Faisal, Jakarta.

Ketika ruang-ruang ekonomi bermunculan di desa-desa, lanjut Fithra, mendorong bertumbuhnya ekonomi secara inklusif. Selama ini, pertumbuhan ekonomi tinggi hanya terjadi di perkotaan saja. “Kita juga akan menghadirkan pertumbuhan ekonomi di pedesaan. Jadi, tidak hanya di Jawa, tidak hanya di urban areas, tapi juga di luar Jawa dan rural areas,” terangnya.

Konsep Kopdes Merah Putih, lanjutnya, sangat membantu petani dalam mendapatkan penghasilan yang lebih. Petani tak lagi kesulitan menyimpan hasil panen atau mencari pembeli.

Selama ini, mereka harus berhubungan dengan rentenir atau tengkulak yang kerap menjalankan sistem ijon, demi menggarap sawahnya.

“Salah satu hal yang menjadi prioritas Kopdes Merah Putih adalah pengadaan storage dan cold storage. Sehingga petani nggak harus buru-buru menjual hasil panen dengan harga murah,” imbuh Fithra.

Selanjutnya, Fithra menyebut New Zealand yang sangat memperhatikan nasib petani. Indonesia sebagai negara agraris, seharusnya bisa mengikuti jejak New Zealand.

“Kalau berkunjung ke New Zealand, mendengar kata petani, oh dia orang kaya. Jadi kita harus melihat lagi, soko guru utama secara ekonomi dari sisi orang-orang Indonesia ini, memang sektor pertanian. Dan, mayoritas koperasi merah putih itu akan menyokong pertanian,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), mengimbau kepala daerah menindaklanjuti pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, sebagai upaya nyata dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan.

“Kopdeskel juga akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah di desa untuk menyalurkan berbagai bantuan,” kata Menko Zulhas di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (24/6/2025).

Dia menekankan, Kopdes Merah Putih akan menjalankan berbagai fungsi penting, mulai dari penyaluran bantuan pemerintah, hingga pelaksanaan operasi pasar.

Selain itu, koperasi juga berperan sebagai penyedia barang kebutuhan pokok masyarakat seperti pupuk, gas, minyak goreng, dan sembako. Ini termasuk kebutuhan pertanian dan perikanan seperti mesin pengering dan gudang pendingin.

“Nah ini di pusat ada Satgas Kopdes Merah Putih, Menko Pangan ketuanya, di provinsi ada gubernur ketuanya, di kabupaten, kota, bupati dan wali kota ketuanya,” terang Menko Zulhas.

Baca juga : Sistem Asuransi Kesehatan Indonesia Diperkuat untuk Semua Kalangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *