HARIANTERKINI.COM – Suspek kasus cacar monyet atau monkey pok (Mpox) terus meningkat di Indonesia. Walaupun tidak sebanyak kasus Covid-19 namun penyebaran virus ini tengah diwaspadai.
DR.dr Agung Firmansyah Sumantri Sp.PD.KHOM.Mars Finasim, salah seorang dokter muda kota Bandung mengatakan Mpox adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi Monkeypox virus. Pada bulan Juli 2022 badan kesehatan dunia WHO menetapkan kasus Mpox sebagai darurat kesehatan global.
“Saat ini, kasus Mpox telah terdeteksi di lebih dari 70 negara dengan jumlah kasus mencapai belasan ribu,” ujar Agung saat ditemui Koran Gala di acara pertemuan rutin Yayasan Pasundan Istri (PASI) di Jalan Wirangrong Bandung. Agung menjelaskan, Virus Mpox dapat menular ketika seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi. Orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus. Virus juga dapat melewati plasenta dari ibu hamil ke janin.
Virus Mpox dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, ketika menangani atau memproses hewan buruan, atau melalui penggunaan produk yang terbuat dari hewan yang terinfeksi. Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau linen.
Agung menjelaskan, gejala Mpox mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Perbedaan utama antara gejala cacar air dan Mpox adalah pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak. “Masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari,” kata Agung.
Gejala yang menandai seseorang terjangkit Mpox antara lain, sakit kepala, demam akut diatas 38 derajat celcius, Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri otot/Myalgia, sakit punggung, asthenia (kelemahan tubuh), lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh) dalam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya demam.
Penderita akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh.
Menurut Agung, meskipun termasuk penyakit berbahaya namun Mpox dapat dicegah. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi Mpox antara lain, isolasi diri di ruang/area terpisah dari anggota keluarga lain, hindari penggunaan handuk mandi, pakaian dan alat bersamaan dengan orang lain, bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh, lakukan kebersihan tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol, tidak melakukan aktivitas seksual yang melibatkan kontak fisik.
