HARIANTERKINI.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya dan mencanangkan pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara di Makassar, Sulawesi Selatan dan Manado, Sulawesi Utara. Peresmian AMN ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Jokowi didampingi oleh Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan) dan Budi Gunawan (Kepala Badan Intelijen Negara).
Acara peresmian ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Asrama Mahasiswa Nusantara dilanjutkan dengan penampilan mahasiswa AMN berkolaborasi dengan Paduan Suara dan Orkestra Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) membawakan lagu Ojo Dibandingke.
Selanjutnya, Secara bersama-sama Seluruh Penghuni Asrama Mahasiswa Nusantara membacakan Janji Mahasiswa Nusantara yang berisi:
Mahasiswa-mahasiswi nusantara berjanji:
- Setia kepada pancasila dan negara kesatuan republik indonesia.
- Menjunjung tinggi semangat persatuan kesatuan dan bhineka tunggal ika.
- Menjadi penerus bangsa yang kompetitif, unggul dan terus berinovasi, guna memajukan bangsa, dan negara kesatuan republik Indonesia.
Asrama Mahasiswa Nusantara yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo merupakan tindaklanjut dari arahannya pada 10 September 2019 di Istana Negara. AMN dibangun untuk menjadi model rumah kebhinekaan, rumah bersama nusantara bagi anak anak mahasiswa generasi muda bangsa dengan mengusung nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Amn disiapkan untuk menjadi pelopor motivator inisiator dan agen perubahan yang mampu menularkan semangat persatuan kesatuan dalam keberagaman dan cinta tanah air untuk membangun daerahnya masing masing dalam bingkai NKRI. Untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, selain kegiatan perkuliahan, mahasiswa juga diwajibkan mengikuti kegiatan peningkatan wawasan kebangsaan, wawasan nusantara, karakter pelajar pancasila, bela negara, dan kewirausahaan.
AMN akan dibangun di 6 lokasi yaitu, di Kota Surabaya, Kota Makassar, Manado, Malang, Bantul, dan DKI Jakarta. AMN adalah upaya kolaboratif dari beberapa Kementerian Lembaga baik dari Badan Intelijen Negara, Kementerian Pertahanan, Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Agama, Kementerian KKP, Pemerintah Daerah, dan Universitas – universitas.
Disamping Asrama, pembangunan ini dilengkapi juga dengan ruang komunal, ruang serba guna, perpustakaan, laboratorium bahasa, ruang pelatihan, klinik kesehatan dan konsultasi, tempat ibadah, sarana olahraga dan kesenian, dan transportasi kendaraan bis antar jemput mahasiswa.
AMN di Surabaya ini dihuni oleh 410 mahasiswa dengan komposisi 253 putra dan 157 putri dengen 4 kampus studi diantaranya, UPN Veteran Surabaya, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Airlangga Surabaya, dan Universitas Negeri Surabaya. Para mahasiswa diwajibkan untuk tinggal selama 2 tahun dan diberikan beasiswa berupa biaya pendidikan, biaya hidup dan uang saku, selain itu juga para mahasiswa dibekali kartu BPJS atau kartu Indonesia Sehat dari LPDP dan Kementerian Keuangan.
AMN di Surabaya ini didukung dengan tenaga pendidik dan tenaga pendidikan dari 5 perguruan negeri terbaik yaitu, UPN Veteran Jawa Timur sebagai penanggung jawab, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Pertahanan.
BACA BERITA SELANJUTNYA: Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya Untuk Percepatan dan Pemerataan Pembangunan
