Salinan Ijazah Presiden Jokowi Dipajang di SDN 111 Tirtoyoso Karena Bangga

Kepala SDN 111 Tirtoyoso Tunjukkan Salinan Ijazah Jokowi, Dipajang karena Bangga
HARIANTERKINI.COM – Isu liar ijazah palsu Presiden Jokowi mencuat ke publik beberapa hari ke belakang. Setelah guru dan teman SMA, kini pihak sekolah dasar (SD) membantah serta menunjukkan ijazah resmi Jokowi.

Hal itu diutarakan oleh Kepala SDN 111 Tirtoyoso Surakarta, Martharini Christiningsih,

SDN 111 Tirtoyoso yang terletak di Jalan Tirtonadi, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah tersebut diketahui merupakan tempat Presiden Jokowi mengenyam pendidikan Sekolah Dasar.

Martharini memastikan bahwa Presiden Jokowi memang pernah mengenyam pendidikan di SDN 111 Tirtoyoso. “Sekolah punya catatan di buku induk soal anak masuk dari kelas 1 sampai 6 dari tahun ke tahun. Terbukti, nama Bapak Jokowi ada di buku induk kami nomor tiga,”

“Kami ingin menunjukkan ijazah Bapak Joko Widodo. Bapak Joko Widodo yang lahir tanggal 21 Juni 1961 anak dari Noto Mihardjo sesuai di dalam buku induk kami,” ujar Marharini.

Marharini menyebut Jokowi memiliki nomor induk 496. Jokowi merupakan lulusan tahun 1973. Kedua informasinya ini sesuai dengan buku induk SDN 111 Tirtoyoso Surakarta.
Sekolah sendiri memiliki lebih dari 25 buku induk yang berisi data identitas siswa/i yang pernah mengenyam bangku pendidikan di sana sejak sekolah didirikan sekitar tahun 1960-an. “Kalau dikatakan ijazah SD palsu, semestinya di buku induk enggak tertulis nama Pak Jokowi,” ujar Martharini.

“Ijazah Bapak Joko Widodo dengan nomor 055722, sesuai dengan di buku induk kami,” tutur Marharini.

Pada 2019 silam, perwakilan Jokowi pernah datang ke sekolah untuk meminta legalisir. Saat itu, Martharini yang baru menjadi kepala sekolah SDN 111 tahun 2015 menandatanganinya setelah mengacu ke buku induk. “Legalisir itu untuk mencalonkan kedua kali sebagai presiden. Lalu saya cocokkan dengan data di buku induk. Ternyata betul ada nama Pak Jokowi, ya sudah saya tanda tangani,” papar Martharini.

Oleh sebab itu, ia pun cukup heran apabila ada informasi yang menyebutkan bahwa ijazah Jokowi palsu. Apalagi, Jokowi sudah mengalami beberapa kali pilkada di mana ijazah merupakan syarat administratif pencalonan. “Kalau mau jadi kepala daerah atau presiden, mesti syarat-syarat mulai dari SD sampai perguruan tinggi harus dilegalisir.

Waktu presiden pertama kan sudah dilegalisir, mestinya selanjutnya enggak dipersoalkan lagi,” ujar Martharini. “Karena kalau dilegalisir, mesti mereka membawa aslinya ke sekolah, lalu kami cocokkan. Nah ternyata ada. Itulah yang membuat kami tambah yakin,” lanjut dia.

Kemudian Marharini menunjukkan ijazah Jokowi yang dipajang di sebuah ruangan yang  di bingkai berwarna emas.

“Bapak Joko Widodo merupakan kebanggaan di SD Negeri Tirtoyoso, maka kami pajang di dalam ruangan seperti ini,” imbuhnya.

 

Baca Berita Selanjutnya: Rekan Sekolah Jokowi Luruskan HOAX Ijazah Palsu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *