Moeldoko Ungkap KKB Lakukan 226 Tindak Kekerasan Di Papua

moeldoko-kkb-lakukan-tindak-kekerasan Kepala KSP - Jend (Purn) Moledoko

HarianTerkini.com – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia serius dalam menangani kesejahteraan dan kemajuan masyarakat di daerah Papua.Tetapi niat pemerintah untuk segera menangani kesejahteraan dan kemajuan Papua selalu dihalang-halangi oleh oleh oknum yang korup dan KKB di Papua. Dari data yang ada hingga saat ini terjadi 226 tindak kekerasan yang dilakukan oleh KKB.

Moledoko menegaskan dalam agenda pemaparan dengan media di Jakarta, “Pemerintah terus bersungguh-sungguh dalam memperhatikan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat di Papua, Buktinya, dengan adanya Inpres Nomor 9 Tahun 2020 tentang percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat yang dikomandoi langsung oleh Wakil Presiden,”.

Pemerintah dan DPR RI, dia mengingatkan, juga telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2021 tentang revisi otonomi khusus Papua yang menekankan pada peningkatan dana otonomi khusus, perbaikan tata kelola dan peningkatan partisipasi masyarakat adat dan perempuan.

Mantan panglima TNI itu juga menambahkan, Pemerintah dan DPR bahkan telah menyetujui pembentukan tiga daerah otonomi baru (DOB) dalam bentuk provinsi, yaitu Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
“Pembentukan tiga DOB tersebut sebagai bagian untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Warga masyarakat umum di Papua dan Nduga pada dasarnya menginginkan kehidupan yang damai dan sejahtera,” katanya.
Dalam pemaparannya, sebagai Kepala KSP dia menunjukkan data bahwa pada Maret 2010 hingga Maret 2022, kelompok kriminal bersenjata (KKB) telah melakukan kekerasan sebanyak 226 kali di Papua, yang di antaranya terjadi tindak pembunuhan serta pembakaran fasilitas publik, gedung pemerintahan, sekolah dan rumah warga.
Moeldoko berujar sejak awal 2022 hingga bulan ini, KKB telah melakukan kejahatan sebanyak 18 kali.Tindakan mereka telah memakan korban meinggal sebanyak 22 orang.
“Saya mendapatkan laporan dari Bupati bahwa warga Papua tidak ingin dilibatkan dalam aksi kekerasan. Pemerintah menghimbau agar masyakat tidak terprovokasi dengan isu SARA yang dikembangkan oleh KKB agar kita bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya.

“Kelompok ini pula pada 2018 melakukan pembunuhan terhadap karyawan BUMN Istaka Karya di Nduga dan pemenggalan terhadap warga sipil di Koroway,” kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, KKB bertindak ekstrem saat ini karena takut dengan pencapaian pembangunan di Papua. Sebab jika program pembangunan berhasil, kelompok itu khawatir pengaruh mereka di masyarakat hilang. Moeldoko menyatakan pemerintah akan menindak tegas KKB melalui penegakan hukum.

Ia menjamin tindakan tegas hanya ditujukan kepada KKB, bukan masyarakat umum. “Penegasan ini penting jangan sampai muncul persepsi yang keliru terhadap tindakan aparat keamanan yang akan dilakukan,” kata Moeldoko.

Baca juga : Arya Fernandes Sebut 4 Implication Penataan Ulang Dapil DOB Papua

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *