HarianTerkini.com – Bupati Kabupaten Puncak, Papua Willem Wandik mengatakan, pemekaran provinsi atau Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua sangat bermanfaat, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP), mulai dari membuka lapangan pekerjaan, perputaran anggaran yang berkisar Rp. 60 – 80 Triliun per tahun di Papua hingga kemajuan pembangunan akan tercipta di Bumi Cenderawasih.
Willem Wandik menyebut, ”Jika pemekaran Papua terbentuk, maka diperkirakan beredar Rp 60-80 triliun dalam satu tahun anggaran. Maka dipastikan ekonomi akan tumbuh dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat Papua,”
Menurut Willem Wandik, sesuai RUU, yang disepakati dalam rapat paripurna DPR pada 12 April lalu disebutkan pembentukan 3 provinsi baru di Papua yakni RUU tentang Provinsi Papua Selatan, RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah dan RUU tentang Pembentukan Provinsi Pegunungan Tengah Papua.
Bahkan DPR RI telah menerima Surat Presiden (Surpres) RUU pemekaran Papua pada Minggu (15/5/2022).
“DOB bukan hanya sebuah wacana, tapi nyata terjadi di Papua. Bahkan Juni nanti supres sudah dalam pembahasan dan akan disahkan segera mungkin,” ujarnya.
Willem Wandik menjelaskan, jika 3 provinsi ini dimekarkan, maka akan ada kepala daerah, gubernur dan wakil gubernur untuk OAP. Pasalnya, dalam UU Otsus menyebutkan, kepala daerah tingkat provinsi dipimpin oleh OAP.
Kemudian, dalam pembukaan lapangan pekerjaan, 3 daerah yang dimekarkan akan membutuhkan banyak Aparatur Sipil Negara (ASN), yang akan bekerja pada instansi yang ada.
Di hadapan para mahasiswa, Willem meminta semua bergandengan tangan mendukung DOB, karena itulah solusi dan perhatian negara kepada Papua.
“DOB kunci untuk pembangunan termasuk melahirkan sumber daya manusia yang baru,” kata Willem.
“Dan ini bisa diisi oleh sarjana di Papua. Lulusan Universitas Cenderawasih, sekali melakukan wisuda ada 1000-an orang. Bayangkan, jika para sarjana ini disebar pada DOB, maka peluang lapangan pekerjaan terbuka luas,” tuturnya.
“DOB menjadi peluang, bukan untuk kita tetapi untuk generasi kita, contoh pimpinan parpol saat ini hanya ada satu DPD di Papua tetapi kalau pemekaran maka akan ada banyak pimpinan di sana bukan hanya di Papua saja,” tegasnya.
Dia mengumpamakan apabila terjadi pembentukan daerah maka besar harapan generasi muda akan menjadi sosok pemimpin di daerahnya sendiri.
Dari sisi lapangan pekerjaan ASN sudah dapat diperhitungkan, belum lagi lapangan pekerjaan lain, seperti jasa atau wirausaha dan lain-lain.
Bupati Wandik memahami adanya kekhawatiran OAP akan resiko DOB akan banyak orang dari luar Papua masuk dan hidup di atas tanah Papua.
Dikatakannya, dinamika kekhawatiran dalam negara atau daerah berkembang adalah munculnya orang baru di tempat itu. Amerika Serikat misalnya, warga aslinya sangat sedikit dan banyak orang dari luar Amerika Serikat datang ke daerah itu membawa banyak keuntungan, misalnya dari India, Tiongkok, Indonesia dan lain-lain.
“Sama dengan Papua. OAP saat ini sudah sangat sedikit. Tapi, suka atau tak suka DOB adalah anugerah dan jawaban Tuhan dan hasil doa bersama seluruh OAP,” tegasnya.
Di samping itu bupati dua periode ini juga berharap bukan hanya untuk mahasiswa melainkan untuk seluruh elemen masyarakat yang ada di tanah Papua mendukung DOB. “DOB tidak memisahkan, kita tetap orang Papua, rambut keriting, hitam kulit, dan hati merpati,” beber Willem Wandik.
Pelaksanaan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) menjadi salah satu solusi untuk kemajuan di segala sektor di Papua khususnya Kabupaten Puncak.
Willem Wandik meminta agar semua elemen masyarakat untuk bergandengan tangan dengan mendukung DOB, karena itulah solusi dan perhatian negara kepada Papua.
“DOB kunci untuk pembangunan termasuk melahirkan sumber daya manusia yang baru,” pungkasnya.
Baca juga : Freddy H Toam Sebut Integrasi Papua Ke RI Final Sejak 1 Mei 1968
