Erick Thohir Ungkap Harga Pertamax Rp. 12.500, Sinyal Positive Pemerintah Peduli Rakyat

erick thohir-harga-pertamax-rp-12-500 Menteri BUMN - Erick Thohir

HarianTerkini.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi Rp 12.500 per liter merupakan bentuk sinyal positif dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Menurut Erick Thohir, penetapan harga tersebut sudah sesuai, karena seharusnya harga Pertamax adalah Rp 16.000 per liter.

“Lalu sekarang mau tanya, sepantasnya harga Pertamax berapa? (Harusnya) Rp 16.000 kan harga BBM-nya naik. Tapi dari pemerintah berapa harganya? Rp 12.500. Nah berarti pemerintah peduli,” kata Erick Thohir kepada HarianTerkini.com saat ditemui di sela-sela kesibukannya.

Erick kemudian menyinggung soal kebijakan pemerintah pada saat mengganti bahan bakar minyak jenis Premium menjadi Pertalite.

Kebijakan tersebut dianggapnya baik, karena Petralite merupakan bahan bakar kategori hijau yang dinilai dapat mengurangi polusi udara.

“Dan pemerintah hadir sebagaimana waktu Premium diganti ke Pertalite. Apalagi Pertalite adalah kategori BBM hijau sehingga apa yang namanya kerusakan udara polusi bisa dikurangi,” ujar Erick Thohir.

Untuk itu, menurutnya, kenaikan harga Pertamax saat ini tak sebanding dengan dampak baik untuk kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

“Salah satu kemahalan tentu kita manusia dalam kehidupan adalah kesehatan. Kalau udaranya ini tidak baik tentu tidak juga tidak positif untuk kesehatan,” tutur Erick Thohir.

Selain itu, dia menjelaskan, kenaikan harga Pertamax juga dimaksudkan agar masyarakat dengan ekonomi berada, dapat membantu dan berpartisipasi menyumbangkan subsidi BBM.

” Dengan kenaikan harga Pertamax pada awal bulan April kemarin, akan kita ketuk para orang kaya, orang mampu ayo berpartisipasi bagaimana kita bisa membantu yang memang harus membutuhkan subsidi,” pungkas Erick Thohir.

Dampak ekonomi terhadap kenaikan Pertamax dalam jangka panjang

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, menurut Rofyanto Kurniawan, selaku Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pada saat harga BBM juga pernah mengalami kenaikan di tahun 2013 silam, mengatakan kenaikan harga BBM tidak selalu berdampak negatif. Banyak juga hal positif yang dihasilkan dari kenaikan harga BBM.

“Memang ada dampak negatif kenaikan harga BBM, namun untuk secara keseluruhan dan jangka panjang, kenaikan harga BBM ini memberikan dampak positif kepada kondisi perekonomian” ujar Rofyanto, seperti dilansir HarianTerkini.com.

Dalam cakupan yang lebih luas, kenaikan harga BBM juga akan menurunkan defisit anggaran, karena menurunnya pengeluaran negara yang selama ini dikeluarkan untuk kebutuhan subsidi BBM untuk masyarakat.

Biasanya, seperti yang terjadi dari waktu ke waktu setiap kenaikan harga BBM, anggaran subsidi yang tadinya diperuntukkan bagi BBM, bisa dialihkan untuk membiayai sektor lain yang lebih produktif seperti pertanian, infrastruktur, perikanan, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Seperti diketahui, sebelumnya harga Pertamax berada di harga Rp 9.000 per liter, atau paling tinggi Rp 10.000. Namun kini, harga tersebut berubah menjadi sekitar Rp12.500 sampai dengan Rp13.000 per liternya.

Kenaikan harga BBM ini dipicu dari harga minyak dunia yang melambung tinggi, hingga mencapai di atas 100 dolar AS per barel. Hal tersebut yang mendorong harga minyak mentah Indonesia atau ICP per 24 Maret 2022 tercatat berada di angka 114,55 dolar AS per barel.

Angka tersebut melonjak lebih dari 56 persen dari periode Desember 2021, yang berada di kisaran 73,36 dolar AS per barel. Padahal anggaran harga ICP berdasarkan asumsi APBN 2022 hanya mencapai 63 dolar AS per barel.

Berikut daftar harga terbaru BBM pertamax di sejumlah wilayah tanah air, seperti dikutip dari keterangan resmi Pertamina:

• Jabodetabek, Aceh, Banten, Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT : Rp12.500

• Sebagian Sumatra, Pulau Kalimantan, Gorontalo, Sulawesi, Maluku, dan Papua: Rp12.750

• Riau, Batam, dan Bengkulu: Rp13.000

Baca juga : Harga Pertamax Naik, Karena Ada 3 Faktor Penyebab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *