HARIANTERKINI.COM – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sedang fokus memulihkan ekonomi Indonesia paska pandemi Covid-19 hebat pada tahun 2021 lalu.
Menurut Airlangga, Pemerintah terus melakukam intervensi dalam bentuk pemanfaatan pemulihan ekonomi dengan cara memberikan perlindungan kepada masyarakat atau subsidi sebesar tiga persen dari Januari hingga Juni 2022.
Kemudian, pihaknya akan memperluas program bantuan pedagang kaki lima dan juga warung kelontong.
“Terima kasih kepada TNI Polri yang sudah menyalurkan satu juta dalam waktu dua bulan dan programnya disiapkan dalam satu bulan dari ratas sampai dana masuk di lapangan, di warung,” ujar dia.
Selanjutnya, pihaknya juga akan menyasar kepada para nelayan yang berada di pesisir agar ekonominya kembali bangkit.
Sebab, program yang dibuat olehnya untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia khususnya di 212 Kabupaten dan Kota.
“Kemudian juga insentif lain untuk beli rumah yang di bawah 2 miliar itu langsung bendahara bangun dapat insentif 50 persen pajaknya ditanggung Pemerintah, itu Komisi 11,” kata dia.
Selanjutnya, tambah Airlangga, yang paling penting untuk diberi bantuan adalah sektor pendidikan dan memiliki anggaran sebesar 542,8 triliun.
Karena di dalam anggaran sebesar itu akan ada sebanyak 713.000 kartu Indonesia pintar untik Mahasiswa.
Kemudian IPDP 8.600 mahasiswa baru dan 20.000 yang sedang berjalan mahasiswa on going.
“Dan pola Operasional Sekolah akan menyisir 8,8 juta jiwa dan program Indonesia Pintar sendiri sudah diterima oleh 20 juta siswa, tentu ini seluruhnya itungannya jiwa,” ucap Airlangga.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto menghadiri acara diskusi di kantor DPP Partai Golkar Jalan Anggrek Neli, Palmerah, Jakarta Barat.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto menghadiri acara diskusi di kantor DPP Partai Golkar Jalan Anggrek Neli, Palmerah, Jakarta Barat.
Dalam sambutannya, Arilangga mengatakan, saat ini penanganan Covid-19 di Indonesia sudah sangat baik karena reproduction rate ini dibawah satu.
Sebab, sesuai dengan CDC Amerika Serikat, hanya ada tiga negara yang bisa melakukan reproduction rate dibawah satu yaitu Jepang, India dan Indonesia.
“Dan kasus aktif yang pernah di atas 540.000 di bulan Juli situasi hari ini di level 6.100 dan terkait dengan kasus harian kita juga sekarang sudah di bawah 500 tentu dengan omikron akan ada kenaikan seperti yang terjadi di DKI,” ujar dia.
Baca berita lainnya : Menkeu: Pemulihan Ekonomi Indonesia dari Pandemi Lebih Cepat Dibanding Krisis 1997-1998
