HARIANTERKINI.COM – Jakarta, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kalau upaya Indonesia untuk berstatus sebagai negara maju pada 2045 tersendat karena adanya pandemi Covid-19. Padahal Indonesia harus mengejar hal tersebut dengan membuat perekonomian dalam negeri tumbuh dengan rata-rata 6 persen per tahunnya.
“Pandemi yang telah berjalan hampir 2 tahun belakangan ini menyebabkan adanya jeda dari kecepatan RI mengejar target tersebut. Sehingga ekonomi Indonesia harus tumbuh dengan rata-rata tahunan sebesar 6 persen secara tahunan hingga 2045 untuk mencapai target Indonesia maju,” kata Luhut pada acara yang digelar oleh Kosgoro 1957 melalui virtual.
Upaya Indonesia tersebut dikatakan Luhut tidak akan kuat terasa tanpa adanya usaha melakukan industrialisasi yang bisa mengurangi ketergantungan terhadap komoditas. Konsep fokus pada industrialisasi itu disebut Luhut bisa membentuk perekonomian RI yang lebih kompleks dan tangguh.
Luhut menyebut, kalau pandemi yang sudah berlangsung selama 2 tahun malah mengajarkan mengubah pola pikir dan perilaku bangsa RI untuk tidak bergantung pada negara manapun.
“Justru mengolah komoditas mentah di dalam negeri sehingga kita lah yang memperoleh manfaatnya,” ujarnya.
Pengolahan komoditas mentah juga akhirnya dilakukan pemerintah karena selama ini RI kerap ekspor komoditas mentah. Sebagai contoh, ekspor terbesar Indonesia pada 1990 ialah bahan bakar mineral, kayu dan pakaian.
Pola tersebut juga dilakukan pada 2020 di mana ekspor terbesar RI adalah bahan bakar mineral, kelapa sawit, serta besi dan baja.
Pemerintah mulai mengurangi ekspor komoditas mentah karena dilihat bisa berakibat fatal bagi RI sendiri. Itu disebabkan karena harga komoditas yang kerap fluktuatif.
“Ketergantungan ini pun mengganggu jalannya industrialisasi, karena membuat kita cenderung berpuas diri, terutama ketika harga komoditas dunia sedang tinggi, padahal banyak faktor eksternal yang mempengaruhi harga tersebut,” tuturnya.
Baca berita lainnya : Pemerintah Wujudkan Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan di G20 dan ASEAN
