HARIANTERKINI.COM – Jakarta. Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Dr Emrus Sihombing menilai jika demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pada kepemimpinan Presiden Joko Widodo, kata dia, masyarakat bebas berpendapat, mengkritik pemerintah, dan pemerintah juga memberikan kebebasan untuk itu, tidak bersikap otoriter.
Dia mengaku kerap mengkritik pemerintah, seperti soal komunikasi pemerintah mengenai COVID-19, bahkan ia juga meminta menteri mundur.
Menurutnya, jika ada kelompok yang mengatakan pemerintah anti kritik hanya karena mural maka hal itu perlu dipertanyakan.
Ia lantas menyebut mural yang bertuliskan “kami lapar”. Menurut dia, mural itu bukanlah bentuk dari kritik, melainkan lebih kepada menimbulkan manipulasi persepsi publik.
Tolok ukur lainnya tentang demokrasi berjalan dengan baik di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, lanjut dia, yakni dengan keberhasilan menyelenggarakan pesta demokrasi Pemilu Presiden dan Legislatif 2019, serta dalam Pilkada 2020.
Bahkan menurutnya, Pilkada 2020 berhasil digelar dalam kondisi pandemi COVID-19. Kemudian, lanjut dia, pesta demokrasi sampai di tingkat pemilihan kepala desa pun berhasil digelar dengan baik.
Menurut Emrus, kalaupun ada yang kurang maka hal itu wajar saja karena memang tidak ada yang sempurna dalam pembangunan.
baca berita lainnya : Menhan : Keputusan Presiden Jokowi Soal Pandemi Cocok Dengan Rakyat
