HARIAN TERKINI.COM: – Sudah berapa tahunkah menjalani pernikahan… Apakah benar pernah mengalami kebosanan…
Jawabannya sudah bisa ditebak. Namun tidak usah khawatir karena memang bukan hal rahasia lagi kalau manusia adalah satu-satunya makhluk yang gampang bosan, namun harus bersyukur karena kebosanan adalah ibu dari segala penemuan.
Karena jika Edward Cartwright tidak bosan melihat pekerjaan tukang tenun yang lamban, maka tidak akan tercipta mesin tenun pakaian. Thomas Alfa Edison juga tidak akan menciptakan 1.093 penemuan kalau tidak bosan di bengkel kerjanya. Barang-barang yang kita pakai adalah hasil dari kebosanan, dan katimbang menciptakan hal-hal yang berguna ketika bosan, kebanyakan orang malah menciptakan masalah baru.
Kebosanan juga sering terjadi dalam pernikahan dan merupakan hal yang rawan serta perlu diwaspadai. Karena banyak bukti, usia pernikahan sudah tidak bisa menjadi patokan bagi sepasang suami istri untuk menjadi semakin kokoh dalam menjalani biduk rumah tangga. Pernikahan hingga berpuluh tahun lamanya tak menjamin hubungan tersebut bakal bertahan hingga maut memisahkan.
Terdapat studi dari AS menemukan bahwa pasangan yang telah 20 tahun bersama dilaporkan lebih bahagia daripada yang baru menikah. Studi dilakukan Pennsylvania State University dan Brigham Young University. Namun hal tersebut tidak bisa menjadi patokan namun dapat dipertimbangkan. Karena ada yang yang menyebut bahwa “Pernikahan adalah satu percakapan panjang, yang dapat mengalami masa krisis dalam suatu waktu.” Cepat atau lambat, setiap pasangan mengalami krisis atau pasang surut perasaan dalam pernikahan.
Nah…bagaimana upaya untuk menghindari dan persiapan menghadapi situasi tersebut…jangan membuat pilihan yang salah karena emosi yaaa…apalagi dianggap sebagai istri yang durhaka.
Menghadapi situasi tersebut, di jaman milenial ini tentunya banyak solusi. Boleh yaaa…dengan salah satunya adalah Ummu Siti Khatijah yang merupakan sosok yang dapat menjadi tauladan bagi kehidupan wanita muslimah sepanjang jaman. Kisah teladan Siti Khadijah tidak hanya saat mendampingi Nabi Muhammad SAW, dalam berbagai biografi Siti Khadijah disebutkan karakter unggulnya, yang telah terlihat sebelum menjadi istri Rasulullah SAW.
Ummu Siti Khadijah binti Khuwalid merupakan istri pertama Nabi Muhammad SAW yang merupakan putri dari golongan bangsawan suku Qurais Mekkah. Ummu Siti Khadijah merupakan wanita yang ulet dan mandiri, cerdas, sabar, penuh semangat, rendah hati, dermawan, jujur, taat, shalihah dan teguh, sangat setia, penyayang, memiliki karakter mulia dan tegas, bijaksana, wanita yang rela berkorban.
Ummu Siti Khadijah meninggal pada usia 64 tahun karena sakit. Setelah meninggal Rasulullah tetap mengenang dan mencintai Ummu Siti Khadijah. Siti Khadijah RA juga menjadi satu dari empat wanita yang menjadi teladan dalam kehidupan muslim dan keempatnya dijanjikan surga sesuai hadist yang dinarasikan Ad-Dzahabi.
Demikian semoga kita bisa meneladani Ummu Siti Khadijah dalam kehidupan berumah tangga. Walau waktu dan jaman telah berganti, teladan dari Ummu Siti Kahijah masih bisa kita pegang sampai saat ini. Sehingga dengan meneladani sifat dari Ummu Siti Khadijah dapat dijadikan problem solving pada masa milenial seperti sekarang.
Baca Juga : 7 Cara Atasi Rasa Cemburu Berlebihan dalam Hubungan
