HARIANTERKINI.COM – Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, turut buka suara terkait ajakan presiden. Menurutnya, Jokowi meradang karena adanya permainan harga produk-produk dari luar negeri, yang membunuh UMKM lokal.
Mendag Lutfi bercerita pada tahun 2018 ada industri hijab yang mempunyai kemampuan penjualan luar biasa, industri ini mampu mempekerjakan 34 ribu pekerja dengan gaji mencapai USD 650.000 per tahunnya. UMKM yang sempat meroket itu, rupanya kemudian mati lantaran praktik persaingan tidak sehat dari produk asing.
“Ketika industrinya maju tahun 2018, tersadap artificial intelligence yang digunakan perusahaan digital asing. Kemudian disedot informasinya. Setelah itu dibuatlah industrinya di China, kemudian diimpor barangnya ke Indonesia, mereka membayar USD 44 ribu sebagai bea masuk, tetapi kemudian industri UMKM hijab itu hancur,” ujar Mendag Lutfi dalam raker Kemendag, Kamis (4/3).
Sehari berselang, Jokowi pun mengamini alasan yang diutarakan Mendag. Ajakan itu ia gaungkan sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik ketidakadilan dalam dunia perdagangan.
Gempuran produk asing atau produk impor harus diwaspadai. Sebab sering ditemukan produk asing harganya jauh lebih murah, sehingga mematikan UMKM domestik.
