HARIANTERKINI.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengomentari sikap rasisme yang diterima salah satu tokoh Papua, Natalius Pigai.
Pigai mendapat serangan rasial dari Ambrocius Nababan saat mantan Komisioner Komnas HAM itu menyatakan menolak vaksin sinovac. Ambrocius lantas mengejek Pigai, menyamakannya dengan hewan gorila serta kadal gurun.
Mahfud melalui akun twitter resmi miliknya @mohmahfudmd, mengingatkan agar tak ada yang menghina seseorang dengan cacian bahkan dengan gambar hewan.
“Kalau Anda tak suka dengan statement atau tudingan seseorang yang anda anggap ngaco, tak usahlah menghinanya dengan cacian atau gambar hewan,” tulis Mahfud seperti dikutip HARIANTERKINI.com, Senin (25/1).
Kata Mahfud, alih-alih ikut berkomentar akan lebih baik jika pernyataan yang berseberangan itu didiamkan saja. Mahfud bahkan mengutip salah satu pernyataan dalam bahasa Arab.
“Diamkan saja, Ada ungkapan, “tarkul jawaab alal jaahil jawaabun”, “Tidak menjawab statement atau tudingan orang dungu adalah jawaban terhadap orang dungu tersebut,” kata Mahfud.
Baca Juga : Pilkada 2020 Lancar, Wujud Suksesnya Demokrasi di Indonesia
