HARIANTERKINI.COM, Jakarta – Media diharapkan berperan besar dalam menyukseskan gelaran Pilkada Serentak 2020. Peran media sebagai lembaga independen di samping legislatif, ekseskutif dan yudikatif, diharapkan menjadi corong masyarakat terhadap dinamika sosial politik di daerah.
Media memiliki kekuatan untuk memengaruhi opini publik. Media mempunyai peran yang strategis dalam menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada serentak ini kepada masyarakat Kalimantan Utara ini pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Selain itu, perhelatan Pilkada serentak 2020, memang menjadi sangat spesial karena dilaksanakan dalam situasi pandemi Covid-19, yang tentunya semua tahapan pilkada harus memperhatikan dan menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Komitmen semua pihak untuk menjaga keberlanjutan tahapan pilkada yang jujur, adil, dan demokratis walaupun di tengah pandemi.
Media diharapkan lebih mengedepankan informasi yang valid dan menjunjung netralitas pada saat pemilu berlangsung.
Media selama ini dianggap sebagai kontrol sosial atau penengah dalam kehidupan sosial politik yang ada. Peran media sebagai lembaga independen disamping legislatif, ekseskutif dan yudikatif, diharapkan menjadi corong masyarakat terhadap dinamika sosial politik di suatu daerah saat ini kenapa pengawasan pilkada dilakukan, kita mendukung dengan catatan pengawasan dan protokol kesehatan berlaku ketat, agar pilkada berlangsung aman tertib dan lancar.
Sementara itu persoalan kampanye hitam yang makin marak di media sosial yang cukup mengganggu kredibilitas pemberitaan.
Masyarakat sekarang sudah cerdas, sudah tahu beds negatif campaign dengan black campaign, media mainstream masih dipercaya karena saya yakin mereka masih berpegang pada kode etik jurnalistik, sehingga ada pengaruh positif yang dapat dibaca oleh publik.
Media harus mampu memutar otak dan berkembang, media harus mampu menjalankan lini bisnisnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi agar pilkada lancar dan berintegritas harus bebas dari politik uang, budaya politik uang pada pilkada harus diberi tindakan tegas.
Baca Berita Lainnya : Gaya Baru Berpesta Demokrasi di Tengah Pandemi Tahun 2020
