HARIANTERKINI.COM, Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan program nasional, karena Pilkada adalah agenda politik yang dapat membawa perubahan di dalam kehidupan masyarakat pada umumnya. Khususnya dalam hal ini pembangunan dalam hal kesejahteraan sosial. Pilkada sebagai suatu sarana untuk saling beradu gagasan berlomba dalam strategi, pun juga sebagai ajang untuk mencari pemimpin yang terbaik diantara yang baik. Bahkan dalam debat kandidat, salah satu materi utamanya adalah bagaimana visi-misi Paslon meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga bagaimana strategi kebijakan penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya.
Pilkada yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia tentu menyimpan suatu cita cita yang ada di dalam masyarakat Indonesia, tentu masyarakat Indonesia amat sangat mendambakan terciptanya masyarakat sejahtera. Jelas dalam hal ini, Pilkada merupakan suatu wadah untuk menampung harapan dan cita-cita masyarakat tersebut yang mana bisa kita saksikan bersama. Apabila tidak ada pilkada, maka tidak ada pula wadah penampung masyarakat yang se yogyanya memilih pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia.
Kesejahteraan sosial merupakan suatu hal yang amat sangat fundamental yang harus terpenuhi di dalam masyarakat, karena jika berdaulatnya kesejahteraan sosial maka dapat dipastikan masyarakat akan hidup dengan tentram serta minim terjadi konflik.
Di era modernisasi hari ini masih banyak juga yang hidupnya diambang ketidaksejahteraan. Hal itu termasuk kedalam kurang cakapnya pemimpin mengelola masyarakat sehingga masih tidak meratanya kesejahteraan sosial. Namun semua itu dapat diatasi ketika seluruh masyarakat berpartisipasi dalam pemilihan umum.
Dengan sistem dari dan untuk masyarakat, pilkada ini akan menjadi suatu wadah yang baik untuk menjalankan tugas dan amanahnya yang diberikan dari masyarakat. Sehingga dalam pelaksanaan pilkada nantinya dapat dipastikan semua agenda rangkaian acaranya untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia. Jadi jangan sampai masyarakat Indonesia ini antipati terhadap keberlangsungan Pilkada apalagi sampai tidak memberikan Hak suaranya karena itu dapat di salahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Masyarakat Indonesia harus sadar bahwa betapa pentingnya momentum Pilkada ini demi mewujudkan kedaulatan bangsa. Pilkada yang akan digelar 9 Desember mendatang diharapkan mampu menjadi wadah optimalisasi dalam hal ini kesejahteraan sosial bagi masyarakat Indonesia.
Semoga lahirnya pemimpin baru dari hasil Pilkada serentak dapat amanah serta menjalankan tugasnya sebaik mungkin demi mewujudkan cita cita yang ada di masyarakat Indonesia. Karena itu, kita sebagai bagian dari Bangsa harus berkontribusi mensukseskan Pilkada dengan terus menebarkan narasi positif dengan konten sosialisasi patuh protokol kesehatan
Baca Berita Lainnya : SEBULAN MENJELANG PILKADA, TIDAK ADA KLASTER BARU COVID-19
