Pilkada Aman Covid-19 Jika Semua Patuh Protokol Kesehatan

Pilkada Aman Covid-19 Jika Semua Patuh Protokol Kesehatan
HARIANTERKINI.COM, Jakarta – Di Amerika Serikat, mbahnya negara demokrasi, Pilpres tetap berlangsung. Saat ini sudah memasuki tahap kampanye dan debat Capres. Tampak kedua Capres, Trump dan Joe Biden tidak memakai masker. Bahkan audiensnya juga banyak yang tidak bermasker. Bisa jadi sebelum masuk sudah diswab dan negatif semua. Namun ternyata tak lama setelah debat, keesokan harinya, Trump dan istrinya positif suspect Covid-19. Meski menjadi negara dengan korban suspect Covid-19 tertinggi, negeri Paman Sam tetap menggelar Pilpres.

AS menjadi contoh, meski angka penularan Covid-19 terus naik menukik tajam, namun Pilpres tetap berlangsung. Hal tersebut bisa menjadi jawaban bagi para pembising yang terus mendesak Pilkada ditunda karena jika mencontoh Korsel dan Singapura yang juga menggelar Pemilu, namun bedanya dengan Indonesia, mereka dalam kondisi melandai angka penyebarannya.

Bukannya mencari perbandingan dan pembenaran. Namun yakin dan optimislah Indonesia bisa tetap melanjutkan Pilkada, asal semua yang terlibat dalam proses Pilkada mulai dari Penyelenggara, Pengawas, Peserta Pilkada yang terdiri dari Paslon yang didukung Parpol dan gabungan Parpol (koalisi), tim pendukung serta masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih DISIPLIN menjalani protokol kesehatan (Prokes) yang diatur dalam sejumlah aturan seperti yang paling update dalam PKPU No.13 Tahun 2020.

Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan dunia di berbagai sektor, dari ekonomi, sosial, budaya, politik, dll. Termasuk pada perhelatan akbar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang semula akan digelar pada 23 September 2020 diundur hingga 9 Desember 2020.

Taat terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 merupakan salah satu upaya menekan laju persebarannya. Maka dari itu setiap elemen masyarakat perlu diedukasi dan saling mengingatkan. Sehingga apabila hal itu telah terpenuhi, maka perhelatan pilkada 2020 akan berjalan dengan tertib dengan harapan tak ada yang kluster penyebaran.

Sebetulnya upaya pencegahan harus dimulai dari diri sendiri. Seperti, mengenakan masker saat hendak pergi ke TPS, selalu siap sedia hand-sanitizer, rajin cuci tangan. Kita juga dapat menegur halus pada teman yang tidak memakai masker, jika mampu lebih baik berikan masker sekalian.

Apabila dari diri sendiri sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik, Lalu pastinya tidak lupa juga bagi pihak penyelenggara atau KPU serta Bawaslu sebagai pengawal Pilkada perlu membuat tahapan pemilihan kepala daerah sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mengingat bahwa hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan kluster baru dalam persebaran virus mematikan ini. Kita sebagai warga negara yang baik juga tidak menginginkan kenaikan angka Covid-19 di Indonesia.

Seluruh stakeholders terkait Pilkada harus menaruh perhatian tinggi pada tahapan yang berpotensi mengundang kerumunan seperti pada saat kampanye, pertemuan para pemangku kepentingan, proses pemutakhiran data pemilih, pemungutan dan penghitungan suara, serta rekapitulasi dan penetapan hasil.

Kampanye virtual harus menjadi strategi utama para Paslon. Langkah ini dirasa tepat dan efektif di tengah suasana pandemi seperti ini, karena para Paslon tetap dapat berkampanye tanpa harus mendatangkan kerumunan massa. Terlebih lagi pada era yang serba digital pada saat ini, mereka yang menginginkan simpati dan partisipasi para milenial sebagai pemilih pemula, maka perlu juga untuk mengajak perhatian mereka secara era milenial pula. Tanpa harus mengurangi substansi dan pesan kampanye itu sendiri, dan juga dapat merangkul semua golongan.

Jika Pilkada bisa dijalani dengan cara baru, norma baru dan tentu saja aturan main serta penegakan hukum yang tegas dari wasit Pilkada dan aparat keamanan tentu saja desakan menunda Pilkada bukanlah solusi bagi kemajuan demokrasi. Menjadi harapan kita semua agar daerah bisa mendapatkan pemimpin yang lebih berkualitas dan memiliki program visioner dalam menangani penyebaran Covid-19 dan dampak sosial ekonominya.

Menunda Pilkada bukan solusi. Melanjutkan Pilkada dengan penerapan protokol yang ketat dan penegakan hukum yang tegas bagi para pelanggar protokol adalah pilihan rasional. Semoga bangsa kita selalu dilindungi, sehingga bisa kembali melewati ujian zaman yang selama ini kita sebagai bangsa besar dengan sejarah yang luar biasa terbukti mampu menghadapi berbagai tantangan peradaban.

Baca Berita Lainnya : Pilkada : Menekan Laju Corona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *