HARIANTERKINI.COM – Pilkada kali ini merupakan tantangan serius yang harus dilewati oleh pemerintah dan masyarakat, apalagi di tengah wabah Virus Corona (Covid-19) saat ini. Karena kegiatan pilkada melibatkan masyarakat secara aktif dan dampak buruk yang timbul dari wabah Covid-19 ini bukan hal yang kecil dan sepele.
Namun demikian, terdapat catatan penting dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, bahwa grafik penularannya cenderung mengalami penurunan, meski rangkaian Pilkada tengah berlangsung. Seperti dicontohkan, daerah yang semula berstatus zona merah berubah menjadi zona orange atau kuning. Demikian juga yang semula zona orange berubah menjadi zona kuning, dan yang zona kuning bergerak menjadi zona hijau.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan bahwa Pilkada dengan Covid-19 tidak memiliki korelasi langsung, karena yang memiliki korelasi adalam kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
“Artinya Pilkada yang tadinya diperkirakan, dikhawatirkan akan menjadi media penularan, ternyata tidak terjadi. Artinya, korelasi antara pemilihan kepala daerah dengan penularan Covid-19 tidak langsung, yang memiliki korelasi adalah kepatuhan protokol. Sepanjang protokol Covid-19 dilakukan secara ketat dan pengawasan oleh Forkopimda dilakukan, itu bisa menekan (penyebaran),” Tito menandasi.
Menteri Dalam Negeri menilai kampanye pemilihan kepala daerah dengan bermasker lebih disarankan ketimbang memasan baliho. Sebab, cara tersebut turut mendukung program pemerintah dalam pencegahan Covid-19.
“Pemanfaatan hand sanitizer dan masker yang ditempeli gambar atau nomor urut pasangan calon (paslon) sebagai bahan kampanye jauh lebih efektif dibandingkan menggunakan baliho,” kata Tito.
Tito meyakini, efek memasang baliho tidak menambah dikenalan publik, terhadap pasangan calon yang berkontestasi di Pilkada 2020. Sebab menurut dia, mereka yang melihat baliho cenderung sama.
“Orangnya yang lewat-lewat itu aja. Tapi kalau masker bisa masuk sampai ke gang-gang, ke pasar, tempat ibadah. Orang ngobrol pasti melihat muka. Sebetulnya yang pakai masker pasangan calon Pilkada dia menjadi ajang promosi,” ungkap Tito.
Semua pihak yang terlibat diharapkan benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seluruh takeholder mulai dari pemerintah daerah, partai politik, ormas, media, tokoh agama hingga tokoh masyarakat untuk mendapatkan dukungan. Perlu ditegaskan bahwa komitmen semua untuk bergotong royong bergerak bersama-sama mematuhi protokol kesehatan adalah kunci, kunci suksesnya demokrasi, bukti bangsa ini mampu melalui semua ini.
Baca Juga : Argo Yuwono : 8 Anggota KAMI Ditangkap Karena Sebarkan Hate Speech Dan Provocative
