HARIANTERKINI.COM – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 desember 2020 akan berlangsung di 270 daerah. Melalui pilkada serentak, warga masyarakat berkesempatan memilih secara langsung Gubernur/Bupati/Walikota dan wakilnya di daerahnya masing-masing.
Rezim pemilihan kepala daerah telah berhasil melahirkan sejumlah kepala daerah yang dinilai mampu membawa perubahan bagi wilayah yang dipimpinnya. Meskipun tak bisa dipungkiri ada beberapa kepala daerah hasil pilkada yang justru mengakhiri jabatannya di balik jeruji besi karena menyalahkan wewenang sebagai seorang kepala daerah.
Kita berharap pemilihan kepala daerah 2020 dapat membawa berkah bagi masyarakat dengan terpilihnya kepala daerah yang pro rakyat. kepala daerah yang mampu menyelesaikan masalah, bukan malah mendatangkan musibah bagi daerah jika nantinya pemimpin yang dipilih justru menambah daftar panjang koruptor.
Publik hanya mampu menilai calon kepala daerah secara lahiriah, sesuatu yang tampak oleh mata dalam aktifitas keseharian. Sementara motivasi apa yang tersimpan di lubuk hati calon kepala daerah tak bisa diraba oleh pemilih. Kebaikan yang ditunjukan oleh para kandidat seolah menyihir nurani pemilih saat berada di bilik suara.
Pilkada memberikan peluang kepada setiap warga negara untuk menjadi kepala daerah. Tampil sebagai pemimpin yang mempunyai tanggungjawab untuk menyejahterakan masyarakatnya. Kewajiban kepala daerah menjalankan tugas pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD dan memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
Apalagi sekarang seluruh dunia sedang ditimpa musibah non-alam. Peran pemimpin daerah dalam mengambil kebijakan untuk menyelesaikan masalah pandemi ini sangatlah penting. Masyarakat tidak boleh salah pilih pemimpin, justru dengan adanya pandemi, menjadi sebuah tantangan besar bagi calon kepala daerah untuk memperkenalkan dirinya kepada masyarakat dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Calon pemimpin yang kreatif akan menggunakan cara-cara yang unik untuk meyakinkan para pemilih.
Namun, yang sangat disayangkan, dengan kondisi pandemi seperti ini, sebagaian calon kepala daerah malah memanfaatkannya untuk mencari ketenaran dengan cara-cara yang tidak adil, menggunakan anggaran covid-19 untuk pencitraan dirinya. Peran pemerintah pusat dalam mengawasi hal semacam ini sangatlah penting.
Pemimpin daerah tak perlu takut mengambil keputusan demi perubahan baik. Karena pemilihan langsung membuktikan bahwa gagasan dan program kerja yang ditawarkan mendapat dukungan masyarakat lebih banyak dibanding pesaingnya. Menjadi seorang pemimpin dibutuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab pada masyarakat sehingga ia akan merasa segan dan malu jika tidak bisa memimpin dengan baik.
Semoga pemilihan serentak 2020 menjadi ajang kontestasi kebaikan. Melahirkan kepala daerah yang memimpin perubahan dalam makna yang seluas-luasnya bagi kehidupan masyarakat. Jangan sampai publik hilang kepercayaan sebab pemimpin yang terpilih tidak mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
Baca Juga : Akibat Covid-19, Upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Hanya Diikuti 20 Orang TNI/Polri
