HARIANTERKINI.COM – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk meminta dana talangan Rp3 triliun kepada pemerintah. Dana tersebut akan digunakan untuk memberikan relaksasi kepada industri hilir dan pengguna baja.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan industri hilir dan pengguna baja harus memiliki bank garansi atau letter of credit (LC) untuk pembelian bahan baku pada Krakatau Steel. Namun, saat ini kondisi industri hilir dan pengguna baja cukup tertekan akibat pandemi Covid-19.
“Kalau kami terapkan prosedur ketat memperoleh barang harus gunakan LC, maka mereka tidak dapatkan bahan baku cukup sehingga dikhawatirkan impor masuk. Berikutnya, yang kami khawatirkan ketika industri hilir mati, nantinya hulu juga ikut mati,” ujarnya di Komisi VI DPR, Rabu (8/7)
PT KS (Persero) Tbk meminta dana talangan Rp3 triliun kepada pemerintah. Dana tersebut akan digunakan untuk memberikan relaksasi kepada industri hilir dan pengguna baja.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan industri hilir dan pengguna baja harus memiliki bank garansi atau letter of credit (LC) untuk pembelian bahan baku pada Krakatau Steel. Namun, saat ini kondisi industri hilir dan pengguna baja cukup tertekan akibat pandemi Covid-19.
“Kalau kami terapkan prosedur ketat memperoleh barang harus gunakan LC, maka mereka tidak dapatkan bahan baku cukup sehingga dikhawatirkan impor masuk. Berikutnya, yang kami khawatirkan ketika industri hilir mati, nantinya hulu juga ikut mati,” ujarnya di Komisi VI DPR, Rabu (8/7)
Baca Juga : PILKADA 2020 AKAN JADI PEDOMAN PEMILU SELANJUTNYA
