JAKARTA, HARIANTERKINI.COM – Dalam rangka mengisi waktu di masa pandemi, banyak orang yang melakukan marathon nonton film atau serial tv memang tengah populer, mereka melakukannya di rumah masing-masing.
Dikenal dengan istilah binge watching, kegiatan ini dominan dilakukan hingga membuat orang kecanduan sampai-sampai bisa memberikan efek buruk bagi kesehatannya.
Beberapa perilakunya antara lain.
- Perilaku buruk dan sifat antisosial
Binge watching yang dilakukan sejak masih anak-anak, dapat memengaruhi cara berinteraksi dengan orang lain. Mereka nantinya akan cenderung menunjukkan perilaku antisosial maupun gangguan kepribadian lainnya.
Pada orang dewasa, binge watching juga dapat memengaruhi hubungan sosialnya. Bila sudah ketagihan menonton, seseorang bisa saja nggak peduli pada orang-orang di sekitarnya, baik keluarga maupun teman.
- Risiko kenaikan berat badan dan obesitas
Menonton serial televisi tentu akan semakin seru jika ditemani camilan. Terutama makanan ringan yang tinggi kalori, seperti popcorn bermentega atau keripik kentang.
Dengan mengonsumsi makanan tinggi kalori dan tetap duduk berjam-jam di depan televisi atau perangkat lainnya, jangan heran bila timbangan semakin bertambah.
Kalori akan terus bertambah tanpa bisa dikeluarkan dari tubuh dan menjadi tumpukan lemak. Inilah yang kemudian menyebabkan berat badan naik dan meningkatkan risiko obesitas.
- Risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung
Menonton televisi lebih dari dua jam tiap hari, dikatakan memiliki pengaruh terhadap meningkatnya risiko penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Masalahnya, kamu hanya akan terus-menerus duduk dan jarang bergerak.
Pola hidup sedenter (minim gerak) tersebut akan membuat tubuh kesulitan membakar kalori maupun karbohidrat yang telah masuk. Akibatnya, akan terjadi penumpukan yang membahayakan kesehatan.
- Penurunan jumlah sperma
Bagi cowok, binge watching berpotensi memengaruhi tingkat kesuburan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang menghabiskan waktu menonton lebih dari 20 jam per minggu, memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit.
Hal ini mungkin terjadi karena menonton membuat seseorang nggak banyak bergerak dan nggak beranjak dari duduknya, sehingga mengalami peningkatan suhu pada testis. Sebagai akibatnya, produksi sperma pun dapat menurun.
- Kematian dini
Orang dewasa yang menghabiskan waktu lebih dari tiga jam per hari untuk menonton, dapat mengalami peningkatan pada risiko kematian dini.
